Camat Sembalun Apresiasi Sembalun Mountain Marathon, Minta Evaluasi Birokrasi dan Koordinasi Stakeholder

Rosyidin S
Senin, September 21, 2026 | 20.29 WIB Last Updated 2026-09-21T12:29:51Z
Juara: Wakil Bupati Lombok Timur bersama camat Sembalun foto bareng dengan para juara Sembalun Mountain Marathon, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pemerintah Kecamatan Sembalun memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event tahunan Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF). Ajang lari lintas alam yang merupakan bagian dari trilogi mountain marathon di Jawa, Bali, dan Lombok ini dinilai memiliki nilai istimewa karena diinisiasi serta dikelola langsung oleh pemuda lokal Sembalun.


Camat Sembalun, Suherman, S.STP., M.M., menyatakan bahwa keterlibatan anak muda daerah dalam mengorkestrasi kegiatan skala besar ini penting agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.


Meski demikian, pihaknya memberikan sejumlah catatan evaluasi terkait persiapan hingga pelaksanaan event tersebut agar ke depan dapat berjalan lebih komprehensif.


"Kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya karena ini event yang sangat spesial menurut kami di Sembalun, diinisiasi dan diorkestrasi oleh anak-anak lokal. Namun dari sisi persiapan, panitia yang merupakan teman-teman kita di Sembalun mungkin masih canggung dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas outdoor lainnya," ujar Suherman saat ditemui di Sembalun, 21/9).


Menurutnya, sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, ajang ini harus merangkul berbagai sektor dan lini komunitas agar integrasi potensi daerah berjalan lebih maksimal. Selain koordinasi antarkomunitas, perbaikan birokrasi penyelenggaraan dan komunikasi dengan stakeholder terkait juga perlu dipersiapkan sejak jauh hari.


Suherman menyoroti pentingnya perencanaan anggaran sejak awal tahun agar pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur maupun Pemerintah Provinsi NTB, dapat mengalokasikan dukungan melalui Dinas/OPD terkait.


"Setelah event ini berakhir, jangan langsung merasa puas atau jumawa. Proposal harus segera diperbaiki dan diajukan ke Pemprov maupun Pemkab agar OPD terkait sport maupun tourism bisa mengalokasikan anggaran dalam perencanaannya. Komunikasi dan koordinasi juga harus dibangun lebih awal, bahkan dengan pihak swasta idealnya sudah dipetakan setahun sebelumnya," tegasnya.


Dari segi dampak ekonomi, pihak kecamatan menilai pelaksanaan kegiatan ini membawa dampak positif yang signifikan bagi perputaran uang di Sembalun. Kehadiran para pelari, official, dan pendukung mendorong keterisian akomodasi, penggunaan jasa transportasi, hingga peningkatkan aktivitas UMKM kuliner dan produk lokal. Selain keuntungan finansial, ajang ini juga menjadi ruang pertukaran informasi dan jejaring antar pelaku UMKM.


Terkait dengan dinamika hiburan pendukung seperti penampilan musisi Erni Ayuningsih yang sempat terbatas karena pertimbangan waktu istirahat para pelari, Suherman memberikan usulan agar ke depan konsep acara dikemas dalam rangkaian pekan festival.


"Evaluasi dari peserta tahun lalu, acara hiburan sampai tengah malam dapat mengganggu istirahat pelari sebelum bertanding. Ke depan, kami menyarankan event diselenggarakan selama sepekan. Pesta rakyat, expo UMKM, dan hiburan tradisional maupun modern dilaksanakan di awal pekan, kemudian ditutup dengan event lari di tiga hari terakhir agar keduanya berjalan maksimal tanpa saling mengganggu," jelas Suherman.


Ia berharap panitia terus memanfaatkan proses ini sebagai sarana peningkatan kapasitas personal, baik dalam hal pemahaman pembagian kerja maupun kemampuan koordinasi di lapangan. 


Kekurangan yang ada diharapkan menjadi pembelajaran berharga untuk memperkuat posisi Sembalun sebagai salah satu destinasi utama sport tourism di Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat hingga mancanegara.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Camat Sembalun Apresiasi Sembalun Mountain Marathon, Minta Evaluasi Birokrasi dan Koordinasi Stakeholder

Trending Now