![]() |
| Koordinasi: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat dikerumuni awak media, (Foto: Istimewa/MP). |
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Haji Iron ini mengingatkan para kepala sekolah agar tidak kaget saat menerima kucuran anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah per sekolah. Berbeda dari skema sebelumnya yang melalui APBD, program revitalisasi tahun ini disalurkan secara swakelola langsung ke rekening satuan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam pengelolaan dana tersebut, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian, demi mencegah potensi pelanggaran hukum akibat ketidakpahaman administrasi.
"Kalau berbicara mengenai revitalisasi, ini merupakan program baru bagi rekan-rekan kepala sekolah. Jangan kaget, ini uang banyak, sehingga mereka tidak memiliki perencanaan yang bagus. Tidak memiliki bagaimana cara mengelola anggaran dengan baik, secara administrasi pun juga tidak paham. ehingga banyak terjadi masalah," ujar Haji Iron.
Haji Iron juga menegaskan agar para kepala sekolah bersikap cermat dan tidak mudah mempercayai pihak luar yang mengatasnamakan pelaksana proyek maupun menandatangani dokumen tanpa verifikasi matang.
"Makanya tagline Lombok Timur SMART itu, karena di situ ada transparan, ada keterbukaan. Apapun yang kita kelola, ketika kita membuka persoalannya kepada siapa pun yang ada di lingkungan kita, insya Allah aman," tegasnya.
"Sekolah Anda bagus, keren, bangunannya megah, tapi anda tidak punya pembukuan administrasinya untuk membuktikan ketika ditanya, ya itu masalh. Apa lagi tidak bisa jawab sama sekali bisa gawat itu barang. Jadi bukti ini akan menjadi pertanggungjawaban Anda-anda semua ketika nanti diperiksa," lanjutnya mengingatkan.
Bupati menegaskan, Jangan sekali-sekali mau menandatangani dokumen yang tidak dipahami apalgi dokumen tidak jelas. Yang harus dilakukan itu, baca, pelajari, tanyakan, pastikan kebenarannya.
"Pastikan dulu siapa yang datang, meskipun yang data itu TU untuk bawa nota semen. Jangan langsung ditanda tangani tanpa dilihat dan diteliti," tambah Bupati.
Selain pembekalan teknis, Bupati turut memaparkan lonjakan signifikan jumlah penerima bantuan. Pada tahun 2025, Lombok Timur hanya mendapatkan alokasi revitalisasi untuk 60 lembaga. Berkat upaya intensif membangun komunikasi dan pengajuan ke pemerintah pusat, jumlah penerima pada tahun 2026 meningkat drastis menjadi 241 satuan pendidikan.
Pendekatan proaktif ke kementerian pusat ini disebutnya sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah, yang juga berhasil mengamankan program pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Lombok Timur.
"Kenapa bisa sampai 241? Tahun 2025 itu adalah tahun ikhtiar. Bolak-balik ke Jakarta.Tahun 2025 kita efisiensi Rp400 miliar lebih, tapi kita tidak mau patah semangat. Kita harus ke Pusat, ke kementerian-kementerian, karena di situ ada uangnya," pungkas Haji Iron.
Seluruh proses pelaksanaan dan penggunaan dana revitalisasi sekolah ini nantinya akan berada di bawah pengawasan ketat dari Inspektorat, BPKP, BPK, hingga Kejaksaan guna menjamin ketepatan sasaran dan akuntabilitas anggaran.

