Di Tengah Cuaca Ekstrem dan Cedera Mata Kaki, Martini Kunci Posisi Kedua Nomor 42K Putri

Rosyidin S
Senin, September 21, 2026 | 21.01 WIB Last Updated 2026-09-21T13:01:15Z
Atlet: Pelari asal Mataram, Martini saat memulihkan cedera kaki usai bertanding, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh pelari putri, Martini, asal Mataram saat melintasi rute ekstrem pada kategori 42 Kilometer (42K) di ajang Sembalun Mountain Marathon 2026 yang digelar di kaki Gunung Rinjani, Minggu (20/9).


Meski harus berhadapan dengan sengatan cuaca panas terik serta mengalami cedera mata kaki di pertengahan lomba, Martini sukses mengamankan posisi runner-up atau finisher kedua kategori 42K Putri.


Perjalanan Martini meraih podium tidak didapatkan dengan mudah. Tantangan terberat yang harus dihadapi para pelari sepanjang lintasan bukan sekadar medan yang menanjak, melainkan kondisi cuaca ekstrem yang menguras fisik. Saat melintasi tanjakan menuju bukit di siang hari, suhu udara melonjak tinggi dan menguji batas ketahanan para peserta.


"Semuanya sama, tapi yang paling menantang itu adalah cuaca. Cuaca sangat panas tadi siang, terutama pas kita naik dari Pos 2 ke bukit sekitar jam 12. Kita sudah benar-benar kewalahan dengan panasnya, sampai takut heatstroke," ujar Martini saat ditemui usai penyerahan medali, Minggu sore (20/9) kemarin.


Selain panas yang membakar, ujian fisik Martini kian berat ketika ia mengalamani insiden saat melintasi jalur menurun (downhill) menuju Water Station (WS) pertama di kilometer keenam. Akibat berspekulasi meningkatkan kecepatan di medan menurun yang terjal, ia mengalami terkilir pada bagian mata kaki.


"Saya terlalu mengambil spekulasi di downhill. Lari terlalu cepat lalu kena di bagian mata kaki, keceklek dan sempat jatuh. Awalnya masih bisa lari, tapi lama-lama terasa sakit banget pas downhill. Tadinya sempat mau menyerah, cuma saya pikir, 'Ya sudah lah, gas saja yang penting sampai finihs'," ungkapnya menceritakan momen kritis tersebut.


Menahan rasa sakit di bagian kaki tidak menyurutkan langkahnya. Meski target awalnya hanya ingin menyelesaikan perlombaan di bawah batas waktu 8 jam, konsistensi dan mental baja yang ditunjukkannya justru membawanya berdiri di podium kedua dengan catatan waktu 8 jam 30 menit.


"Target utama saya sebenarnya bukan mau juara atau tidak, yang penting bisa finihs di target 8 jam. Pas cedera di downhill itu sakit banget, jadi saya putuskan pelan-pelan saja yang penting sampai finihs," tambahnya.


Rasa lelah dan sakit yang dirasakan Martini terbayar oleh dukungan hangat dari warga di sepanjang rute serta fasilitas perlombaan yang memadai. Ia mengapresiasi kinerja panitia, relawan, hingga kesiapan logistik di setiap titik water station.


"Masyarakat sangat antusias, di jalan mereka benar-benar menyemangati 'Ayo Kak, ayo Kak!'. Untuk fasilitas, organizer, relawan, makanan, dan minuman di WS semuanya sangat bagus. Harapan saya ke depan pesertanya makin banyak, dan kalau bisa rutenya ditambah ke kategori ultra 50K atau 70K. Tahun depan saya pasti ikut lagi," pungkas Martini penuh semangat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Di Tengah Cuaca Ekstrem dan Cedera Mata Kaki, Martini Kunci Posisi Kedua Nomor 42K Putri

Trending Now