Pimpinan Daerah Persis Lombok Timur Targetkan Pembangunan Sekolah dari Jenjang TK Hingga Jenjang SMA di Kaki Gunung Rinjani

Rosyidin S
Rabu, September 23, 2026 | 11.43 WIB Last Updated 2026-09-23T03:47:07Z
Humaria: PD PERSIS Lombok Timur, Murtadi S.E., (dua dari kiri) saat bersama Gubernur NTB dan Bidgar Dikdasmenum Bidgar PP PERSIS diacara peletakan batu pertama gedung kelas baru SD PERSIS di Sembaulun, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Lombok Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan Islam di wilayah Sembalun khususnya dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya.


Hal itu dibuktikan pada momentum bersejarah tercipta saat Gubernur NTB hadir langsung untuk meletakkan batu pertama pembangunan ruang belajar baru serta perpustakaan di SD PERSIS Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Minggu (20/9) beberapa hari yang lalu.


Kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut menjadi angin segar dan suntikan semangat bagi pengurus serta pengelola sekolah swadaya yang dirintis sejak tahun 2020 tersebut.


Ketua PD PERSIS Lombok Timur, Murtadi, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas kehadiran Gubernur dalam acara peletakan batu pertama ini. Menurutnya, momentum ini menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi serta dukungan dari pemerintah daerah.


"Besar harapan kami, kedatangan Pak Gubernur ini merupakan suatu support, artinya semangat bagi kami untuk terus berkembang. Harapan kami, ada dukungan pemerintah ke lembaga kita seperti dukungan kepada organisasi-organisasi lain," ujar Murtadi saat ditemui di Sembalun, Selasa (22/9).


Murtadi menjelaskan bahwa SD Persis Sembalun saat ini memiliki 5 rombongan belajar (rombel) dari kelas 1 hingga kelas 5 dengan total siswa sekitar 80 orang. Pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur ini mencakup ruang kelas untuk kelas 5 dan 6 serta fasilitas ruang perpustakaan.


Ke depan, PD PERSIS Lombok Timur khususnya di Sembaulun tidak hanya berhenti di tingkat sekolah dasar. Mengingat Sembalun merupakan salah satu pusat kegiatan Persis di NTB, pihaknya telah menyusun peta jalan (roadmap) pendidikan yang berkesinambungan.


"Kita kan sudah punya TK dan SD. Nah, rencana kita akan lebih naik lagi ke jenjang SMP dan SMA. Kenapa tidak kita membangun sekolah dari jenjang TK sampai SMA? Itu harapan kami ke depannya," tegas Murtadi.


Ia menambahkan, keberhasilan bertahan hingga tahun keenam ini tidak lepas dari andil besar para donatur dan jemaah Persis, khususnya masyarakat lokal di Sembalun yang secara swadaya menyokong operasional dan pembangunan fisik sekolah.


Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di kawasan Sembalun, SD Persis menawarkan keunggulan komparatif melalui penguatan pendidikan karakter dan ilmu agama. Sekolah ini mengusung program pilar berupa hafalan hadis, tahsin, serta tahfidz Al-Qur'an sebagai brand unggulan.


"Ekstrakurikuler yang kita tonjolkan, di samping pelajaran umum, ada pelajaran agamanya yang mempunyai nilai jual. Contohnya, kita targetkan dari kelas 1 sampai kelas 6 minimal hafal 200 sampai 300 hadis. Bahkan dari kelas 5 saja, kemarin uji coba sudah ada siswa yang hafal lebih dari 250 hadis," ungkapnya.

Swadaya: Warga Sembalun bersama wali siswa dan komite sekolah gotong royong pembangunan ruang kelas baru SD PERSIS, (Foto: Rosyidin/MP).

Selain hafalan hadis, SD Persis juga menetapkan target agar seluruh lulusannya minimal telah mengkhatamkan hafalan Al-Qur'an Juz 30.


Menanggapi pesatnya kemajuan pariwisata Sembalun yang kerap membawa dampak perubahan sosial, Murtadi menekankan pentingnya membekali anak-anak dengan fondasi agama yang kokoh sejak dini.


"Kemajuan wisata itu tidak bisa kita bendung, tetapi kita harus mengikutinya dengan memperkuat iman anak-anak kita. Iman dan dakwah adalah cara kita, sehingga apapun perkembangan pariwisata, mereka bisa memilih yang baik sejak dini hingga dewasa kelak," jelasnya.


Merintis sekolah sejak tahun 2020 (pasca-gempa NTB) bersama para pemuda Persis, Murtadi mengakui perjalanan membangun SD Persis penuh tantangan. Selain masih kekurangan guru untuk mata pelajaran umum seperti olahraga, operasional sekolah selama ini murni bersumber dari swadaya masyarakat.


"Selama ini pemerintah belum banyak membantu karena kita masih swadaya dari kelas 1 sampai kelas 6. Izin sekolah kita juga baru keluar, dan baru tahun ini kita menerima dana BOS. Harapan kita, hari ini merupakan momen bersejarah bagi SD Persis dengan mendatangkan Pak Gubernur untuk sinergi yang lebih baik ke depan," pungkas Murtadi.


Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan dan target minimal 100 siswa untuk jenjang SD lengkap, PD Persis Lombok Timur optimistis SD Persis Sembalun mampu menjadi salah satu sekolah unggulan yang melahirkan generasi islami, berprestasi, dan berdaya saing di NTB.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pimpinan Daerah Persis Lombok Timur Targetkan Pembangunan Sekolah dari Jenjang TK Hingga Jenjang SMA di Kaki Gunung Rinjani

Trending Now