![]() |
| Edukasi: Anggota Kapolsek Sembalun patroli karhutla di Gunung Rinjani, (Foto: Istimewa/MP). |
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sekaligus menjaga kebersihan di sepanjang jalur pendakian.
Patroli yang menyasar area perkemahan (camping ground) para pendaki tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengamanan terpadu yang berlangsung selama lima hari sejak Rabu hingga Minggu (17-20/9/2026).
Kapolsek Sembalun IPTU Lalu Subadri menyampaikan bahwa intensitas kunjungan wisatawan yang tinggi ke puncak Gunung Rinjani perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Menurutnya, aktivitas memasak di area camp serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan menjadi ancaman nyata pemicu Karhutla saat musim kering.
"Kami menerjunkan personel untuk menyisir titik-titik kumpul pendaki di Pelawangan. Kami mengimbau para wisatawan, porter, hingga guide agar bersama-sama menjaga kelestarian Rinjani," ujar IPTU Lalu Subadri saat ditemui di Sembalun, (21/9).
Terutama sambung Kapolsek Sembalun, Penggunaan api saat memasak harus digunakan dengan sangat baik dan bijak, serta pastikan tidak ada puntung rokok yang dibuang sembarangan karena itu bisa memicu kebakaran hutan.
"Intinya, jika masak pastikan apinya sudah mati begitu juga putung rokok. Karena dengan kelalaian kita bisa menyebabkan petaka," tegasnya.
Selain fokus pada bahaya api, tim patroli gabungan juga menaruh perhatian serius pada persoalan sampah yang menumpuk di kawasan Pelawangan. Kurangnya kedisiplinan oknum pendaki maupun pemandu dalam mengelola sampah bekas konsumsi dinilai kerap merusak keasrian kawasan taman nasional.
"Banyaknya pendaki yang berkemah di Pelawangan sering kali meninggalkan masalah penumpukan sampah. Karena itu, edukasi langsung di lapangan sangat penting. Kami ingatkan kembali kepada seluruh pengunjung dan para pembawa barang agar membawa turun kembali sampahnya demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama," tambah IPTU Lalu Subadri.
Guna menjaga situasi tetap kondusif, pihak Polsek Sembalun mengusulkan agar intensitas pengawasan di area-area krusial pendakian terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
"Kami berharap pihak TNGR dapat lebih memaksimalkan patroli rutin di titik-titik perkemahan utama. Sinergi ini penting agar kawasan Rinjani tetap aman dari ancaman Karhutla dan masalah lingkungan," pungkasnya.
Rangkaian giat patroli gabungan pada hari tersebut berakhir pukul 17.30 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif.

