Ribuan Warga Padati Selong, Puncak HUT ke-131 Lombok Timur Dibatasi Kesederhanaan dan Kepedulian Sosial

Rosyidin S
Selasa, September 01, 2026 | 12.37 WIB Last Updated 2026-09-01T04:37:50Z
Tabligh Akbar, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati, Sekda menghadiri Tabligh Akbar yang disampaikan oleh TGB. H.M. Zainul Majdi., M.A., (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Lapangan Tugu Selong dipadati ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat daerah, pelajar, hingga warga umum. Mereka berkumpul menghadiri Tablig Akbar dan Tausyiah Kebangsaan sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Timur ke-131 sekaligus penutupan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (31/8) kemarin.


Kegiatan berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah utama, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. Dalam tausyiahnya, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode tersebut menekankan pentingnya merawat keharmonisan serta menempatkan persaudaraan di atas kepentingan pribadi demi menjaga persatuan di tengah perbedaan.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menuturkan bahwa peringatan hari jadi kali ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi sejarah panjang terbentuknya Lombok Timur sejak masa kolonial Hindia Belanda pada 31 Agustus 1895.


"Perbedaan masa dan cara melayani adalah dinamika. Namun tujuannya tetap satu, yaitu memajukan Lombok Timur. Mari kita satukan hati dalam satu kalimat: Lombok Timur adalah rumah kita bersama," tegas Haerul Warisin saat menyampaikan arahannya di hadapan warga.


Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemimpin terdahulu atas pondasi pembangunan yang telah diletakkan. Selain itu, rasa terima kasih dialamatkan kepada seluruh panitia dan masyarakat yang bersinergi menyukseskan seluruh rangkaian acara secara efisien tanpa beban anggaran APBD.


Ketua Panitia Penyelenggara yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan bahwa penetapan hari jadi Lombok Timur merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013.


"Sesuai arahan Bapak Bupati, perayaan tahun ini dikonsep secara efisien dan mandiri melalui kolaborasi lintas instansi serta dukungan para donatur," ungkap Juaini Taofik.


Rangkaian peringatan hari jadi ini ditutup dengan berbagai aksi nyata dan hiburan rakyat seperti. Aksi Kemanusiaan. Aksi ini penyerahan donasi dari ASN, guru, dan tenaga kesehatan se-Lombok Timur senilai Rp480 juta untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.


Kemudian, Pemberdayaan Ekonomi. Hal ini untuk pelaksanaan bazar UMKM dan panggung hiburan rakyat yang berlangsung selama dua hari pada 30–31 Agustus.


Lalu ada Ruang Aspirasi. Disini ada sesi dialog interaktif antara pemerintah daerah bersama perwakilan kader posyandu, kepala desa, dan pelaku industri pariwisata. Dan yang terahir, Pesta Rakyat. Didalam pesta rakyat ini panitia menyediakan santap malam gratis bagi 10.000 warga yang memegang kupon.


Kemeriahan puncak peringatan tahun ini menjadi bukti solidnya kebersamaan warga Lombok Timur dalam memperingati hari bersejarah daerahnya secara sederhana, efisien, namun tetap sarat makna.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ribuan Warga Padati Selong, Puncak HUT ke-131 Lombok Timur Dibatasi Kesederhanaan dan Kepedulian Sosial

Trending Now