Tantang Lintasan Rinjani, Peserta Sembalun Mountain Marathon Wajib Bawa Perlengkapan Ekstra dan Minimal 1 Liter Air

Rosyidin S
Sabtu, September 19, 2026 | 23.43 WIB Last Updated 2026-09-19T15:43:57Z
Atlet: Para peserta lomba lari Sembalun Mountain Marathon tes kesehatan sebelum lomba, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Ratusan pelari lintas alam dari berbagai penjuru Indonesia hingga 16 negara mulai memadati kedai kopi Balenta Coffee Sembalun sejak pukul 09.00 WITA, Sabtu (19/9).


Kedatangan para trail runner ini bertujuan untuk menyelesaikan tahapan registrasi, pengambilan racepack, tes kesehatan, serta menghadiri pengarahan teknis (safety briefing) menjelang ajang Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026.


Perhelatan lari gunung bergengsi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (19–20/9/2026), di ketinggian lebih dari 100 mdpl kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini menyajikan perpaduan rute klasik dan road trail run yang menantang sekaligus memanjakan mata.


Rangkaian acara diawali dengan pengibaran bendera start untuk kategori eksklusif porter gunung Rinjani (Porter Challenge) dan kategori anak-anak (Caldera Kids). Sementara itu, persaingan sengit di kategori utama 24K, 21K, dan 7K akan dimulai pada Minggu (20/9) dini hari pukul 05.45 WITA.


Dalam sesi safety briefing, panitia menekankan regulasi ketat demi keselamatan peserta, mulai dari kewajiban membawa mandatory gear, ketersediaan nutrisi di Water Station (WS), hingga prinsip kepedulian lingkungan (leave no trace).


Race Director SMMF 2026, Tomi, menegaskan ketatnya pengawasan terhadap perlengkapan wajib peserta. Panitia tidak ragu memberlakukan sanksi diskualifikasi bagi pelari yang terbukti mengabaikan mandatory gear.


"Wajib dibawa sampai finish. Apabila tidak membawa mandatory gear, akan dinyatakan diskualifikasi," tegas Tomi di hadapan para peserta.


Menghadapi medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu, panitia telah menyiagakan titik-titik pasokan logistik di sepanjang lintasan. Khusus kategori 42K, disiapkan lima titik Water Station. Adapun rute kategori 21K akan berimpit dengan kategori 42K mulai dari WS 3 hingga menyentuh garis finish.


"Di WS 4 kategori 42K, kita sendiri punya lima WS. Di sini kita menyiapkan beberapa macam makanan dan minuman. Selanjutnya, untuk 21K rutenya akan sama dengan 42K dari WS 3 sampai arah finish," jelas Tomi.


Keputusan mengibarkan bendera start pada pukul 05.45 WITA juga diambil sebagai langkah antisipasi agar peserta tidak terpapar cuaca panas ekstrem di lintasan terbuka.


"Kita akan start untuk kategori 7K, 21K, dan 42K itu di jam 05.45. Kita menyiapkan start di dini hari pagi untuk mencegah peserta mendapatkan cuaca yang panas," tambah Tomi.


Selain ketahanan fisik dan kelengkapan alat, sportivitas serta etika menjaga kelestarian alam Rinjani menjadi penekanan utama. Pelari dilarang keras meninggalkan sampah dalam bentuk apa pun di sepanjang jalur lari.


"Diharapkan untuk teman-teman pelari tetap menjaga keselamatan masing-masing dan pelari lainnya, serta sama-sama menjaga kebersihan, terutama untuk botol air minum. Jangan sampai ada yang dibuang di jalan dan tetap dibawa keluar dari WS sampai finish," imbaunya.


Aturan perlengkapan wajib ini juga berlaku penuh bagi para pelari di barisan depan (podium contender). Setiap peserta tanpa terkecuali diwajibkan membawa wadah air minum dengan kapasitas minimal satu liter.


"Untuk mandatory gear, air minimal satu liter. Potensial pemenang diharapkan tetap membawa perlengkapan wajib tersebut dari saat start hingga menyentuh garis finish," pungkas Tomi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tantang Lintasan Rinjani, Peserta Sembalun Mountain Marathon Wajib Bawa Perlengkapan Ekstra dan Minimal 1 Liter Air

Trending Now