![]() |
| Temuan: Anggota Polres Lombok Timur bersama TNI dan warga mengevakusi jenazah seorang lansia ditemukan meninggal di sawah, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa yang meresahkan warga ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.00 Wita. Ady Jayadi (50), menantu pemilik sawah, awalnya keluar dari rumah tempatnya berladang dan melihat seseorang dalam posisi terlentang bersandar pada pematang sawah.
Karena merasa janggal, saksi bersama seorang warga lainnya, Amak Saiful (40), mendatangi kembali lokasi tersebut untuk memastikan kondisi korban sebelum akhirnya melaporkannya kepada Pemerintah Desa Pandan Wangi dan pihak kepolisian.
Mendapati laporan tersebut, Kapolsek Jerowaru bersama anggota piket langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 09.05 Wita guna melakukan pengecekan awal.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah petunjuk janggal di sekitar tubuh korban. Di antaranya terdapat busa pada bagian mulut, plastik yang melilit pergelangan kaki kanan, serta plastik hitam yang melilit pergelangan tangan kiri.
Selain itu, petugas juga menemukan kemasan pestisida merek Benefit di bagian ketiak kiri korban, serta sejumlah botol dan kemasan obat-obatan pertanian yang berserakan di sekitar TKP.
Guna mengumpulkan bukti dan informasi yang lebih mendalam, Pamapta Polres Lombok Timur bersama Tim Identifikasi (Inafis) tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 Wita untuk melakukan olah TKP dan dokumentasi. Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Jerowaru untuk menjalani visum et repertum.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menerangkan bahwa jajarannya langsung mengambil langkah cepat sesaat setelah menerima laporan warga.
"Pihak kepolisian segera mendatangi dan mengamankan TKP, menghubungi Tim Inafis Polres Lombok Timur dan pihak Puskesmas Jerowaru, melakukan pengumpulan bahan keterangan di sekitar lokasi kejadian, serta membuat laporan dan dokumentasi terkait peristiwa tersebut," ujar IPTU Lalu Rusmaladi.
Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian di lapangan merupakan bentuk respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan dengan baik. Hingga proses penanganan awal tuntas, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Sementara itu, pihak keluarga korban yang mendatangi Polsek Jerowaru sekitar pukul 11.45 Wita telah memastikan identitas jenazah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukannya autopsi. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan medis resmi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Menutup keterangannya, Polres Lombok Timur mengimbau warga agar senantiasa waspada dan proaktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.
"Kami berharap agar segera menghubungi pihak kepolisian terdekat atau menghubungi hotline 110 untuk dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," tegas Rusmaladi.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta merespons setiap laporan masyarakat secara cepat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

