Laboratorium di Lombok Barat Masih Kekurangan Fasilitas

Ariyati Astini
Senin, Mei 08, 2023 | 21.07 WIB Last Updated 2023-05-08T13:07:41Z

 

 hj. baiq Markia Dan Kepala
Ketua Patelki Lombok Barat Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Arief Suryawirawan 







MANDALIKAPOST.com- Kabupaten Lombok Barat memiliki 33 fasilitas kesehatan dan laboratorium. Jumlah ini dianggap sudah cukup ideal, hanya saja masih kekurangan fasilitas dan alat-alat penunjang.


"Untuk sarana prasarana kurang lebih masih 80 persenyna yang sudah terpenuhi. Karena menyangkut APBD pemerintah yang belum tercukupi untuk kebutuhan-kebutuhan faskes kita. Mengingat anggaran dana DAK dari pusat yang harus di bagi-bagi untuk kebutuhan faskes-faskes lainnya," kata Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboraturium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Lombok Barat, Hj. Baiq Marlia, Senin (8/5/2023).


Untuk fasilitas laboraturium di rumah sakit pemerintah, khususnya RSUD Gerung sudah cukup lengkap. Karena dari 33 unit ini terdiri dari 20 puskesmas, dua unit di rumah sakit, satu  LabKesDa dan 10 klinik swasta. 


“Kalau pun ada pemeriksaan  lainnya yang belum bisa dilakukan, kita masih bisa memakai sistem rujukan dulu ke faskes lainnya yg lebih lengkap. Seperti RSUP, RS Mataram, Prodia, dll. Bahkan ke luar daerah, itu bisa dijadikan solusinya ya,” katanya. 

Sementara itu, pemeriksaan laboratorium yang sudah ada ini dilakukan masih standar. Kondisi ini menjadi tantangan pemerintah daerah untuk meningkatkan kelengkapan fasilitas-fasilitas pemeriksaan di masing-masing laboraturium. 


“Pemerintah nanti pastinya akan menambah fasilitas. Tapi kan bertahap, karena terkait anggaran tadi.. karena harga alat alat laboratorium itu terbilang mahal ya,” ujarnya. 


Sementara untuk SDM dibidang laboraturium dirasa sudah cukup dan sangat mendukung. Di mana, jumlah SDM dibidang laboraturium sebanyak 207 orang. Akan tetapi, dari jumlah ini masih ada yang belum bekerja.


 “Jika faskes mencukupi, sarana prasarana juga tercukupi maka kebutuhan SDM-nya pun akan tercukupi,”ungkapnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Arief Suryawirawan mengatakan keberadaan laboraturium sudah mencukupi. Hanya saja, belum ada spesifikasi di masing-masing laboraturium.

 “Kami berharap laboraturium ini punya spesifikasi. Sehingga tidak rebutan dalam mencari pasar,” katanya. 

Pemerintah daerah akan membuat aturan agar keberadaan masing-masing laboraturium di Kabupaten Lombok Barat memiliki spesfikasinya sendiri. Laboraturium ini, kata dia, tidak saja memeriksa penyakit, melainkan juga pemeriksaan kesehatan air, lingkungan dan lainnya. 

“Kalau lab di pasien itu khusus pangsa pasar. Kita tidak ingin membuat persaingan yang lintas. Yang swasta juga kita minta patuhi aturan yang ada,” tegasnya. 


Laboraturium yang sudah tersedia di Kabupaten Lombok Barat seperti di puskesmas, laboraturium kesehatan, hingga di Dinas Lingkungan Hidup untuk pemeriksaan limbah.

 “Ada juga yang di swasta yang memeriksa pasien, misalnya urine dan gula darah,” tutup Arief.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Laboratorium di Lombok Barat Masih Kekurangan Fasilitas

Trending Now