Pemkab Lombok Timur Kembali Gelar Operasi Pasar Murah Kaki Gunung Rinjani

Rosyidin
Sabtu, Oktober 21, 2023 | 17.30 WIB Last Updated 2023-10-21T09:30:39Z
Perwakilan Bulog Lombok Timur menyerah beras kemasan 5 kilogram, secara simbolis ke salah satu warga Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP).


MANDALIKAPOST.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Cabang Bulog Lotim kembali menggelar operasi pasar murah dalam rangka menstabilkan harga beras di pasaran.


Kepala Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lombok Timur, Mahsin S.Pd MM  mengatakan operasi pasar ini yang kedua kali  dilaksanakan di Sembalun. Mengingat keluhan masyarakat terkait dengan harga beras di pasaran cukup mahal.


Tujuannya, untuk menstabilkan harga pasokan pangan. Mengingat, ada kondisi yang memang cukup menjadi atensi pemerintah baik pusat, provinsi maupun dearah/kota terutama pemda Lombok Timur.


"Dalam rangka, menyeimbangi adanya lonjakan harga di pasaran. Supaya masyarakat kita tidak merasa berat dengan kondisi saat ini," jelas Mahsin, ditemui kemarin di Sembalun, (20/9).


Melalui kegiata ini, lanjut Mahsin pada perinsipnya pemerintah ingin menstabilkan harga beberapa bahan pokok yang meningkat, terutama harga beras yang semakin melonjak dipasar saat ini.


"Oleh karena, semua pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dihimbau untuk menggelar operasi pasar murah. Baik sifatnya reguler di pasar maupun di tengah dusun, kampung dan atau di tengah desa seperti di Sembalun," ujarnya.


"Yang pada perinsipnya adalah,  bagaimana masyarakat kita ini bisa difasilitasi. Mengingat Sembalun jauh dari perkotaan," imbuh Mahsin.


Dimana harga beras di pasaran saat ini mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp12 hingga Rp 13 ribu per kilogram sehingga pemerintah daerah melakukan program operasi pasar murah tersebut. 


Ia memaparkan, kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar murah yang kedua kalinya ini berupa beras saja. Tidak seperti sebelumnya yang dijual beras dan minyak goreng,  Sementara untuk harga beras dalam operasi pasar ini tidak berubah dengan harga jual Rp52 ribu per 5 kilogram atau Rp104 rindu per 10 kilogram. 


"Tentu dengan adanya selisih harga ini, dapat membantu kebutuhan-kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik. Semoga harga beras tidak naik terus dengan adanya operasi pasar murah ini," harapnya.


Dalam operasi pasar yang kedua kali ini, pihaknya bersama Bulog membawa kuota beras sebanyak 9 ton. Tentunya menunggu ketersediaan stok beras yang ada, mengingat banyaknya permintaan dari masyarakat yang ada di daerah setempat.


Pasar murah ini, sambung Mahsin sesuai dengan jadwal yang sudah disusun akan terus dilakukan hingga kondisi harga beberpa bahan pokok bisa membaik.


"Kondisi harganya bisa ideali ya, dimana sebelumnya harga beras sangat relistis dan dapat dijangkau oleh masyarakat kita," kata Mahsin.


Disi lain, Mahsin sangat mengapresiasi masyarakat Sembalun begtu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dimana para warga setempat bisa diatur dan rela mengantri sambil menunggu gilirannya.


"Alhamdulillah operasi pasar ini daapt kita laksanakan dengan baik dan lancar. Serta antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan ini," ujarnya Mahsin.


Selama harga beras di pasar tetap melonjak, pihaknya akan terus melakukan gerakan serupa di Sembalun. Mungkin dengan mekanisme yang sama atau dengan mekanisme yang berada. Ia pun berharap dengan kegiatan operasi pasar ini, harga beras minimal dapat ditekan dan tidak terlalu lama terjadi kenaikan.


"Nanti kita akan jadulkan lagi operasi pasar ini di Sembalun. Untuk kami minta dukungan dari semua lapisan masyarakat, mari kita sama-sama dukung program pemerintah ini. Krena program ini dari masyarakat untuk masyarakat," katanya. 


"Dan mari kita sama-sama berdo'a, mudah-mudahan harga beras ini cepat stabil seperti biasanya," imbuh Mahsin.


Untuk diketahui, operasi pasar murah ini dilaksanakan sejak Agustus 2023 dan akan terus dilakukan hingga haraga besar di pasar benar-benar stabil. Hal ini dilakukan untuk menjaga inflasi di Lombok Timur.


"Awalnya kita laksanakan di 38 pasar yang ada di  Kabupaten Lombok Timur. Kalau di pasar itu, gelarannnya sudah putaran ketiga kali," pungkasnya.


Pada kesempatan itu juga, Mahsin menyampaikan penyebab terjadinya lonjakan harga komoditi beras ini ada beberapa faktor yakni, stok dari pada bahan pokok pangan makin hari makin berkurang dan belum masuk masa panen. Kalau sudah masuk masa panen, maka secara otomatis harga itu bisa terkendali sebagaimana biasanya.

Sumeringah, salah satu waraga Sembalun dapat beli beras murah dalam operasi pasar murah digelar oleh pemda Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).


Selain itu penyebabnya adalah, sekarang terjadi kemarau panjang dampak dari El Nino. Sehingga hal itu yang mengakibatkan penurunan produksi dan perlambatan produksi beras ditingkat petani.


"Dengan terjadinya penurunan produksi, maka tentu berakibat pada ketersediaan beras di pasaran. Karena itu langkah pemerintah ini sangat strategis untuk mengantisipasi adanya kelangkaan," tutur Mahsin.


"Meski demikian, InsyaAllah dari pantauan dan kordinasi kita dengan Bulog. Stok beras khusus kita di Lombok Timur relatif aman hingga harga di pasar setabil," ujarnya sambil tersenyum. 


Ditempat berbeda, Mersait salah satu warga Sembalun saat ditemui di rumahnya. Yang ikut membeli beras di lokasi pasar murah kemarin merasa sangat terbantu, pasalnya keluhannya selama ini terkait dengan harga beras yang membumbung tinggi mencapai 15 ribu per kilogram dipasaran. 


“Alhamdulillah, saya merasa terbantu karena bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah. Saya beli 10 kilogram, dan saya berharap operasi pasar ini rutin dilakukan,” tutur Mersait.


Dengan kegiatan ini, otomatis warga metsa terbantu dengan kebijakan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan bahan pokok pangan melanda di semua daerah yang ada di Indonesia.


"Terlebih saat ini, kami di Sembalun sangat sulit mencari nafkah untuk keluarga kami. Karena kami juga mengalami gagal panen dibeberapa komoditi pertanian. Seperti cabai merah, wortel dan sayuran lainnya," tutup Mersait.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemkab Lombok Timur Kembali Gelar Operasi Pasar Murah Kaki Gunung Rinjani

Trending Now