Dikbud NTB Launching Gerakan Infaq Pendidikan Untuk Siswa Kurang Mampu

Rosyidin
Kamis, Mei 09, 2024 | Mei 09, 2024 WIB Last Updated 2024-05-09T11:13:22Z


Kadis Dikbud NTB, H Aidy Furqan saat sambutan dalam acara AiSO 2024 di SMAN 01 Sembalun. (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB belum lama ini melaunching salah satu program bhakti pendidikan melalui Infaq Pendidikan untuk sekolah yang ada di NTB.


Program ini dilakukan, disebabkan oleh kondisi yang dialami siswa tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan, karena terbentur dengan keterbatasan biaya.


"Anak-anak kita di NTB ini, sebanyak 36 persen putus sekolah disebabkan oleh faktor kemiskinan. Maka singkron dengan kondisi kemiskinan ekstrim di NTB," kata H Aidy Furqan, Sabtu (4/5) kemarin saat dikonfirmasi media ini di Sembalun.


Bahwa, 36 persen ini lanjut Furqan beberapa diantaranya dikunjungi langsung ke rumah masing-masing. Faktanya di lapangan sangat dibutuhkan uluran tangan semua stackholder untuk membantu menuntaskan pendidikannya.


"Pada 2 tahun lalu, Dikbud NTB mengambil bagian untuk mengatasi dan mengetaskan stunting melalui jargon satu siswa, satu telur," ujar Furqan.


Maka, untuk mengatasi anak-anak yang putus sekolah pada tahun ini dan seterusnya, Dikbud NTB kembali melaunching program tersebut. Guna untuk membantu pemerintah meringankan persoalan kemiskinan di NTB.


"Terutama kepada anak usia Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA sederajat. Termasuk Pondok Pesantren (Ponpes)," terangnya.


"Maka kita mengambil bagian dengan pola infa pendidikan. Dengan jargon setiap Jumat satu siswa dua ribu perak, tak terkecuali bapak/ibu guru," imbuh Furqan.


Dipaparkan lebih lanjut, dana yang terkumpul melalui Infaq pendidikan ini. Nantinya akan dihajatkan membantu sarana pendidikan berupa tas, baju, sepatu, buku serta membantu biaya pendidikan lainnya.


"Inilah upaya keterlibatan keluarga besar Dikbud NTB dalam membantu siswa-siswi yang kurang mampu dalam mengenyam pendidikan di NTB," pungkasnya.


Menurutnya, gerakan infaq pendidikan NTB ini sangat dibutuhkan anak-anak yang berada digaris kemiskinan yang tidak bisa melanjutkan dan mengenyam pendidikan. Untuk itu, butuh perhatian bersama dalam menyongsong Indonesia Emas pada 2045 mendatang.


Sementara itu, PJ Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi mengakui bahwa setelah banyak terjun dalam Jumat Salam banyak hal yang ditemukan di lapangan, termasuk kendala anak-anak yang putus sekolah.


Bahkan ada anak-anak yang numpang hidup, banyak memperihatinkan. "Jadi, ketika ada inovasi infaq pendidikan ini. Mari kita dukung penuh, karena program ini luar biasa," ucapnya.


Selain itu, yang penting tanggungjawab dengan mengkawal sebaik-baiknya dengan niatan yang baik dan mulia, insyaallah hasilnya juga baik pula.


"Gerakan ini sangat bermanfaat, untuk itu mari kita awasi dan mengkawal gerakan ini. Dan terimakasih banyak kepada Dikbud NTB yang telah berinovasi gerakan infaq pendidikan NTB," tutup miq Gita.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dikbud NTB Launching Gerakan Infaq Pendidikan Untuk Siswa Kurang Mampu

Trending Now