![]() |
| Virus: Thermal Scanner diperuntukkan untuk memantau suhu tubuh penumpang di pintu kedatangan domestik dan internasional cegah masuknya virus nipah di BIZAM, (Foto: Istimewa/MP). |
Pengetatan pengawasan ini menyasar penumpang dari rute domestik maupun internasional guna memastikan pintu gerbang utama jalur udara di NTB tetap aman dari potensi wabah.
Dalam pelaksanaannya, pihak otoritas bandara bekerja sama secara intensif dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram. Saat ini, dua unit alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) telah disiagakan di area kedatangan internasional dan domestik.
Selain pengecekan suhu tubuh, penumpang dari luar negeri kini memiliki kewajiban tambahan sebelum memasuki area pemeriksaan. Mereka diwajibkan mengisi All Indonesia SATUSEHAT Health Pass untuk memantau riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan secara digital.
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen bandara dalam menjaga keamanan kesehatan publik. Menurutnya, sistem pengawasan di BIZAM sebenarnya sudah sangat ketat sejak pandemi Covid-19, namun kini intensitasnya ditingkatkan.
"Kami senantiasa berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi masuknya Virus Nipah," ujar Aidhil Philip Julian dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).
Aidhil menjelaskan bahwa posisi BIZAM sebagai pintu masuk utama wisatawan dan pelaku perjalanan ke NTB membuat pengawasan tidak boleh kendor, terutama pada rute-rute internasional yang menjadi perhatian khusus.
"Penguatan pengawasan ini merupakan langkah preventif agar potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak dini. Bersama Balai Karantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari luar negeri," tambahnya.
Hingga saat ini, pihak bandara mengimbau seluruh penumpang untuk kooperatif dalam mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan demi kenyamanan dan keamanan bersama selama berada di area bandara maupun di wilayah Nusa Tenggara Barat.

