![]() |
| Haji: Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Lotim, Makinudin, (Foto: Rosyidin/MP). |
Hingga akhir Januari lalu, tercatat sebanyak 1.439 calon jemaah telah resmi melakukan pelunasan. Angka ini mencakup sekitar 104 persen dari total kuota dasar sebanyak 1.374 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Lotim, Makinudin, menjelaskan bahwa kelebihan persentase tersebut berasal dari jemaah cadangan yang telah mengantisipasi keberangkatan.
"Jamaah haji kita yang melunasi itu sebanyak 1.439 orang dari kuota kita 1.374. Artinya, yang melunasi itu lebih 4 persen atau 104 persen, itu termasuk jamaah cadangan," ujar Makinudin saat ditemui, Rabu (4/2) kemarin.
Langkah ini diambil untuk memastikan kursi yang tersedia tetap terisi penuh jika nantinya terdapat jemaah yang berhalangan berangkat secara mendadak.
"Intinya kita di Lotim sudah aman, untuk cadangan juga sudah siap jika ada jamaah yang tidak berangkat karena faktor sakit atau kendala lain," tambahnya.
Tahun 2026 menjadi tahun yang menggembirakan bagi masyarakat Lombok Timur. Kuota haji Lotim melonjak signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar 800 jemaah menjadi 1.374 jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 kursi diprioritaskan untuk jemaah lansia.
Kenaikan drastis ini merupakan implikasi dari perubahan kebijakan nasional. Skema alokasi kuota kini tidak lagi dipatok berdasarkan rasio populasi muslim semata, melainkan berbasis pada panjang daftar tunggu (waiting list). Dampaknya, kuota untuk Provinsi NTB secara keseluruhan juga naik dari 4.499 menjadi 5.798 jemaah.
Terkait teknis keberangkatan, pihak kantor kementerian tengah menyusun skema kloter. Rencananya, jemaah Lotim akan dibagi menjadi lima kloter.
"Yakni 3 kloter utuh, dimana berisi penuh jemaah asal Lombok Timur. Kemudian 2 kloter lagi campuran, artinya jemaah haji asal Lombok Timur bergabung dengan jemaah dari kabupaten lain di NTB," paparnya.
Meskipun saat ini urusan haji dan umroh telah berdiri sendiri sebagai kementerian yang terpisah dari Kementerian Agama (Kemenag), transisi tersebut dipastikan tidak mengganggu pelayanan.
Kepala Kemenag Lotim, Shulhi, menegaskan bahwa koordinasi dan perangkat kerja masih berjalan beriringan untuk memastikan jemaah tidak merasa kebingungan dengan perubahan struktur birokrasi ini.
"Sistem dan perangkatnya memang masih menggunakan sistem yang dulu. Perangkat yang digunakan juga diambil langsung dari Kemenag. Jadi tidak terlalu berpengaruh terhadap proses pemberangkatan," tegas Shulhi.
Dengan tuntasnya proses pelunasan dan kesiapan administrasi, kini ribuan calon jemaah haji Lombok Timur tinggal menunggu jadwal resmi keberangkatan menuju tanah suci.

