Lombok Timur Siap Operasikan Pabrik Porang Tahun 2026, Targetkan Pembelian Ribuan Ton

Rosyidin S
Kamis, Februari 05, 2026 | 14.59 WIB Last Updated 2026-02-05T06:59:55Z
Produksi: Sekertaris Dinas Perindustrian Lombok Timur, Lalu Alwan Wijaya saat ditemui awak media, (Foto Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOS.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Perindustrian memastikan kesiapan operasional pabrik pengolahan porang pada tahun 2026.


Kehadiran pabrik ini diproyeksikan menjadi solusi atas kendala bahan baku yang selama ini dihadapi oleh Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, sekaligus mempertegas posisi Lombok Timur sebagai pusat hilirisasi porang di Nusa Tenggara Barat (NTB).


Sekretaris Dinas Perindustrian Lombok Timur, Lalu Alwan Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini proses persiapan telah memasuki tahap finalisasi infrastruktur pendukung. Meski sempat terkendala masalah kelistrikan di masa lalu, pihaknya optimis operasional tahun ini akan berjalan mulus.


Mengenai target serapan, pemerintah telah mencatat adanya komitmen melalui kontrak pengadaan dengan berbagai pihak, baik badan usaha maupun perorangan. Hingga saat ini, volume kontrak yang telah terdata mencapai ribuan ton.


"Kalau melihat dari sisi kontrak, baik itu badan maupun perorangan, sudah ada kontrak untuk pengadaan itu sekitar 4.500 ton untuk tahun 2026. Ini sifatnya kontrak antara petani dengan pihak sentra yang akan mengoperasikan," ujar Lalu Alwan.


Ia menambahkan bahwa pasokan bahan baku tidak hanya bersumber dari petani Lombok Timur, tetapi juga merangkul daerah lain di NTB, termasuk KLU dan wilayah Sumbawa. Hal ini dilakukan untuk memastikan kapasitas produksi pabrik yang mencapai puluhan ribu ton dapat terpenuhi secara berkelanjutan.


Terkait harga beli di tingkat petani, pemerintah masih melakukan survei dan koordinasi agar selaras dengan harga pasar di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk menghindari ketimpangan harga yang dapat merugikan salah satu pihak.


"Kisaran harga biasanya antara Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilo, tapi kita belum berani pastikan karena harus sesuai dulu dengan yang ada di Jawa supaya tidak ada disparitas harga," jelasnya.


Secara fisik, bangunan pabrik dinyatakan telah siap. Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan pada penyelesaian akses jalan internal sepanjang 160 meter untuk mobilisasi bahan baku serta penyediaan jembatan timbang.


"Kondisi pabrik kita sudah ready, sudah siap. Ada satu item lagi yang sedang disegerakan, yaitu jalan sekitar 160 meter di dalam untuk menempatkan bahan baku. Jembatan timbang dan segala fasilitas lainnya juga sudah siap," papar Lalu Alwan.


Dengan beroperasinya pabrik ini, Dinas Perindustrian optimis dapat melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan. Jika tahun lalu realisasi berada di angka Rp260 juta, tahun ini target dipatok lebih tinggi.


"Kemarin kita ditargetkan Rp389,6 juta untuk porang saja. Saya optimis bisa lebih. Kalau kemarin kita agak terlambat memulai karena terkendala listrik, sekarang bahan baku sudah kita koordinasikan dengan pihak ketiga dan perjanjiannya sudah ada," pungkasnya.


Kehadiran pabrik tepung porang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat pemberdayaan IKM lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan baku tepung porang berkualitas dengan harga terjangkau.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Siap Operasikan Pabrik Porang Tahun 2026, Targetkan Pembelian Ribuan Ton

Trending Now