![]() |
| Klinik: Ketua Pokdarwis Lombok Timur, Royal Sembahulun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Hal ini disampaikan dalam agenda konsolidasi internal sekaligus merespons dinamika pembangunan klinik sarana prasarana (sarpras) kesehatan serta kesiapsiagaan bencana di desa wisata.
Royal menilai, kehadiran klinik swasta berskala internasional di Sembalun bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memberikan jaminan keselamatan bagi wisatawan, terutama para pendaki Gunung Rinjani yang jumlahnya mencapai hampir 100.000 orang per tahun.
Menurut Royal, sektor pariwisata Lombok Timur, khususnya Sembalun, memerlukan fasilitas kesehatan yang mampu melayani pasar mancanegara. Ia mengungkapkan bahwa klinik tersebut direncanakan bekerja sama dengan asuransi internasional dan menyediakan layanan evakuasi medis tingkat tinggi.
"Kami sangat mendukung karena klinik ini menjamin fasilitas kesehatan masyarakat dan wisatawan. Apalagi ada rencana asuransi premium yang menyediakan helikopter. Dengan adanya klinik ini, wisatawan berduit tidak akan takut datang karena jaminan keselamatan mereka sudah terjamin," ujar Royal Sembahulun, saat ditemui di Selong, Jumat (6/2).
Ia juga mengklarifikasi bahwa kehadiran klinik swasta tidak akan mematikan peran Puskesmas setempat. Keduanya memiliki segmen pasar yang berbeda, namun ia tetap mendesak pemerintah untuk meningkatkan kelas dan fasilitas Puskesmas agar setara dengan medan geografis Sembalun.
Dalam kesempatan tersebut, Royal juga melontarkan kritik pedas terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola pariwisata. Ia menilai selama ini dukungan pemerintah masih setengah hati, baik dari sisi kebijakan anggaran maupun pengadaan fasilitas penunjang.
Salah satu yang disoroti adalah ketidaksesuaian spesifikasi kendaraan medis (ambulans) yang diberikan untuk wilayah pegunungan.
"Pemerintah kadang tidak melihat medan. Sembalun itu mestinya diberikan kendaraan minimal empat kali empat (4x4) yang berat. Saya lihat di bawah mobilnya bagus, tapi di atas (Sembalun) malah yang kurang standar. Praktis selama ini pemerintah tidak serius jika dilihat dari porsi kebijakan anggaran," tegasnya.
Terkait mitigasi bencana, Royal menekankan bahwa citra keamanan adalah kunci utama pariwisata. Mengingat Sembalun merupakan daerah rawan bencana longsor dan tebing, koordinasi antara organisasi lokal seperti Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) harus terus diperkuat.
Ia berharap kepemimpinan baru di tingkat daerah maupun pusat dapat membawa semangat energi baru untuk menyusun masterplan pariwisata yang jelas di setiap titik destinasi.
"Harapan kita ke depan, pemerintah benar-benar serius membangun pariwisata dengan memulai pembentukan masterplan di masing-masing tempat wisata, sehingga arah pembangunannya jelas. Wisatawan itu sebelum datang pasti searching dulu. Bagaimana kalau terjadi bencana? Berapa jauh rumah sakitnya? Bagaimana respon tim lokalnya?" jelas Royal, mengilustrasikan apa yang ditanyakan oleh wisatawan.
Menutup pernyataannya, Royal menyampaikan bahwa pertemuan kali ini juga menjadi momentum bagi Pokdarwis Lombok Timur untuk melakukan penyegaran organisasi. Setelah menjabat lebih dari lima tahun, ia merasa perlu adanya regenerasi agar semangat pengembangan pariwisata yang sempat meredup dapat kembali bangkit.
Selain fasilitas kesehatan dan bencana, Royal juga berharap ke depannya terdapat unit Polisi Pariwisata khusus di Sembalun, serupa dengan destinasi kelas dunia lainnya seperti Bali, guna menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan secara menyeluruh.

