Seorang Murid Kelas 1 SD di Lombok Timur Diduga Alami Patah Tulang Akibat Perundungan

Rosyidin S
Selasa, Februari 03, 2026 | 16.17 WIB Last Updated 2026-02-03T13:06:30Z
Rawat: Seorang anak diduga korban perundungan dirawat di RSUD Selong, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Timur kembali berduka. Seorang murid kelas 1 berinisial MHASF (7), asal Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekolahnya hingga mengalami cedera serius berupa memar dan patah tulang pada bagian kaki kiri.


Saat ini, korban tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Pihak medis masih melakukan observasi mendalam untuk menentukan apakah luka yang diderita memerlukan tindakan operasi atau tidak.


Peristiwa memilukan tersebut diduga terjadi pada Rabu (28/1/2026) lima hari yang lalu. Ayah korban, Supriadi, menjelaskan bahwa awalnya ia tidak menyangka anaknya menjadi korban kekerasan.


Ia mengira MHASF hanya mengalami sakit demam biasa. Namun, kecurigaan muncul ketika sang anak mulai menunjukkan kesulitan berjalan hingga akhirnya lumpuh sementara.


“Awalnya saya kira sakit biasa. Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanyakan kenapa kakinya sampai seperti itu,” ungkap Supriadi saat memberikan keterangan di RSUD, Selasa (3/2/2026).


Setelah didesak, korban akhirnya mengaku bahwa kaki kirinya diinjak oleh salah satu temannya di sekolah. Tak hanya bengkak pada kaki, pihak keluarga juga menemukan beberapa bekas memar di area tubuh lainnya.


Karena kondisi yang memburuk, korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke ruang bedah RSUD Dr. R. Soedjono Selong.


“Sudah tiga hari dirawat di RSUD. Sekarang masih menunggu hasil rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” tambah Supriadi.


Terkait upaya penyelesaian, Supriadi mengaku kecewa dengan respons pihak sekolah yang dinilai lambat. Ia sempat mengunggah kejadian tersebut ke media sosial Facebook demi mendapatkan perhatian, namun justru menuai reaksi defensif dari pihak sekolah.


“Kami sudah coba komunikasi, tapi tidak ada jawaban jelas. Akhirnya saya unggah di Facebook, baru setelah itu pihak sekolah datang, tapi justru kecewa dengan postingan saya,” tuturnya.


Kasus ini telah masuk dalam radar pihak berwajib. Polsek Pringgabaya mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi guna mengungkap kronologi pasti di lingkungan sekolah tersebut.


Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini dengan tetap mengedepankan regulasi perlindungan anak, mengingat baik korban maupun terduga pelaku masih berada di bawah umur.


Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni mengonfirmasi belum ada laporan masuk terkait kejadian tersebut.


"Terimakasih infonya ya, kita akan tindak lanjuti ke sekolah itu untuk telusuri kebenaran informasinya," kata Wathoni singkat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seorang Murid Kelas 1 SD di Lombok Timur Diduga Alami Patah Tulang Akibat Perundungan

Trending Now