Transformasi Lapas Selong, Ubah Narapidana Jadi Santri Berbekal Al-Qur'an dan Sertifikat Keahlian

Rosyidin S
Rabu, Februari 11, 2026 | 18.01 WIB Last Updated 2026-02-11T10:01:53Z
Silaturahmi: Kepala Lapas Kelas IIB Selong beserta jajarannya gelar Silaturahmi bersama insan Pers, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong kini tengah bersolek. Di bawah kepemimpinan Sudirman, wajah hunian jeruji besi tersebut tak lagi menyeramkan, melainkan bertransformasi menjadi lingkungan yang religius dan produktif, layaknya sebuah pondok pesantren.


Dalam acara silaturahmi dengan insan pers pada Rabu (11/02/2026), Kalapas Selong yang juga putra daerah ini mengungkapkan perubahan paradigma besar-besaran di instansinya. Salah satu yang paling menonjol adalah perubahan sapaan bagi warga binaan yang kini resmi disebut sebagai Santri.


Sudirman menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) di dalam Lapas. Aktivitas harian kini tidak lagi sekadar rutinitas makan dan tidur, melainkan diisi dengan gema ayat suci.


"Kami ingin menyentuh hati mereka dengan agama agar saat keluar nanti, mereka tidak kembali lagi ke sini," ujar Sudirman penuh optimisme saat ditemui di Selong.


Berdasarkan data investasi warga binaan, dari total 496 orang, terdapat 149 orang yang awalnya buta huruf hijaiyah. Kini, melalui program unggulan seperti One Day One Juz dan sistem mentor sebaya, semangat belajar para santri termasuk yang sudah lanjut usia kian meningkat. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak Lapas juga memfasilitasi "Satu Santri Satu Al-Qur'an".


Tak hanya fokus pada aspek spiritual, Lapas Selong juga membekali para santri dengan keterampilan duniawi melalui brand lokal bernama "Sel 199". Produk dan jasa ini merupakan karya asli para santri diantaranya.


"Bengkel engelasan, jasa cuci mobil dan motor dan pelatihan keterampilan bersertifikat (bekerja sama dengan BPVP)," jelasnya.


Kerja sama dengan BPVP memastikan bahwa para santri akan memiliki sertifikat resmi saat bebas nanti, yang dapat digunakan sebagai modal mencari nafkah yang halal.


"Harapan kami besar. Kami ingin mereka keluar dari sini bukan sebagai mantan warga binaan, tapi sebagai santri yang membawa perubahan bagi masyarakat," tegas Sudirman.


Sebagai simbolis kembalinya mereka ke masyarakat, Lapas Selong menyiapkan kado khusus bagi setiap santri yang bebas, yakni satu buah Al-Qur'an untuk dibawa pulang.


"Dan oleh-oleh mereka saat mereka bebas diberikan Al-Qur'an sama-sama satu," tutupnya mengakhiri pertemuan.


Sinergi antara pembinaan kepribadian berbasis agama dan pelatihan kemandirian ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif dan mencetak individu yang bersih serta mandiri setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Transformasi Lapas Selong, Ubah Narapidana Jadi Santri Berbekal Al-Qur'an dan Sertifikat Keahlian

Trending Now