Gema Wahyu di Balik Jeruji: Santri Lapas Selong Unjuk Gigi dalam Lomba Tahfidz Al-Qur’an Se-NTB

Rosyidin S
Selasa, Maret 03, 2026 | 18.58 WIB Last Updated 2026-03-03T10:58:58Z
Tahfidz: Santri Lapas Kelas IIB Selong mengikuti lomba tahfidz Al-Qur'an tingkat wilayah dengan cara virtual, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong pada Selasa pagi (3/3/2026). Di balik tembok kokoh, para warga binaan yang kini menyandang status santri tampak antusias mengikuti Lomba Tahfidz Al-Qur’an tingkat wilayah yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting.


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Semarak Ramadhan yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen PAS Nusa Tenggara Barat. Dimulai pukul 08.30 WITA, lomba ini menjadi ajang pembuktian bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi para santri untuk mencetak prestasi spiritual dan memperdalam hafalan kitab suci.


Kepala Lapas Kelas IIB Selong menyampaikan bahwa partisipasi ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan bagian dari transformasi kepribadian. Menurutnya, momentum Ramadhan harus diisi dengan kegiatan yang mampu menyentuh sisi religius terdalam para warga binaan.


"Kami ingin menunjukkan bahwa di dalam Lapas, pembinaan kerohanian adalah prioritas. Lomba Tahfidz ini adalah panggung bagi para santri untuk menguji sejauh mana progres hafalan mereka selama masa pembinaan. Ini adalah bekal berharga untuk mereka kembali ke masyarakat nanti," ujar Kalapas Selong dalam keterangannya.


Meski digelar secara daring, kompetisi berlangsung ketat dan disiplin. Para peserta melantunkan ayat-ayat suci dengan tajwid yang terjaga di hadapan dewan juri virtual. Seluruh jalannya acara berada di bawah pengawasan ketat petugas untuk memastikan keamanan tetap kondusif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.


Salah seorang petugas pendamping menambahkan bahwa persiapan para santri sudah dilakukan jauh-jauh hari sejak surat edaran Kanwil terbit pada pertengahan Februari lalu.


"Antusiasme mereka sangat tinggi. Setiap malam setelah tarawih, mereka rutin murajaah (mengulang hafalan). Melihat mereka lancar melafalkan ayat Al-Qur'an memberikan harapan besar bahwa proses reintegrasi sosial mereka akan berjalan baik dengan landasan agama yang kuat," ungkapnya.


Program Semarak Ramadhan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai religius yang permanen dalam diri santri. Dengan penguatan mental dan spiritual, diharapkan ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa karakter baru yang lebih baik.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Selong terus berkomitmen mendukung program pembinaan berkelanjutan yang humanis dan religius, membuktikan bahwa perubahan positif selalu mungkin terjadi dari balik jeruji.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gema Wahyu di Balik Jeruji: Santri Lapas Selong Unjuk Gigi dalam Lomba Tahfidz Al-Qur’an Se-NTB

Trending Now