Antisipasi Kekeringan dan Inflasi, Dinas Pertanian Targetkan Pembangunan 70 Embung Tahun Ini

Rosyidin S
Rabu, April 29, 2026 | 22.40 WIB Last Updated 2026-04-29T14:40:30Z
Pokir: Darajata, Kabid PPK Distan Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Dinas Pertanian terus memperkuat infrastruktur pengairan bagi petani, khususnya di wilayah selatan, guna menghadapi potensi kekeringan. Tahun ini, sebanyak 70 paket pekerjaan embung menjadi fokus utama untuk memastikan ketersediaan air irigasi, baik melalui pembangunan baru maupun rehabilitasi infrastruktur yang sudah ada.


Kepala Bidang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian, Darajata, mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini mayoritas bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan yang menyerap aspirasi langsung dari masyarakat petani. 


Meski anggaran daerah secara umum sedang mengalami keterbatasan, sektor pertanian tetap mendapatkan alokasi strategis untuk mendukung produktivitas.


"Ada sekitar 70 embung yang akan dibangun atau direhabilitasi tahun ini. Kapasitasnya bervariasi, tergantung lokasi dan kebutuhan lapangan. Nilai per paketnya berkisar antara Rp150 juta hingga Rp200 juta," ujar Darajata saat ditemui di Selong, Rabu (29/4).


Ia menjelaskan bahwa proses rehabilitasi sangat penting karena banyak embung lama yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur yang terbawa air hujan. Menurutnya, siklus pendangkalan ini biasanya terjadi setiap 5 hingga 6 tahun, sehingga pembersihan (pengerukan) rutin diperlukan agar daya tampung air tetap maksimal.


Selain infrastruktur air berupa embung dan belasan paket jaringan irigasi, Dinas Pertanian juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi (saprodi). Bantuan tersebut meliputi bibit hortikultura seperti alpukat, durian, dan kelengkeng, hingga peralatan mesin pertanian seperti hand tractor.


Darajata menambahkan, terdapat pula program khusus di bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) yang difokuskan untuk menekan laju inflasi.


"Kalau selain pokir, ada juga program seperti penanaman cabai di bidang TPH. Itu dalam rangka antisipasi dan mengendalikan inflasi," jelasnya.


Terkait teknis pelaksanaan, Darajata mengakui adanya sedikit perlambatan karena transisi ke sistem transaksi elektronik. Namun, ia memastikan beberapa titik sudah mulai dikerjakan, bahkan ada yang telah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara.


Pihaknya kini berkejaran dengan waktu sebelum musim hujan tiba, mengingat mobilisasi alat berat akan sulit dilakukan jika medan sudah berlumpur. Namun, di sisi lain, pengerjaan di area persawahan harus menunggu masa panen usai.


"Target kita biasanya selesai sebelum musim hujan. Kita harus lihat situasi lapangan, kalau petani belum selesai panen atau embung masih penuh air, kita tunggu kering dulu sekitar September atau Oktober. Yang penting gambar dan RAB sudah siap," tambah Darajata.


Menutup keterangannya, ia juga menyinggung dinamika cuaca yang sulit diprediksi. Meski sempat ada peringatan kekeringan ekstrem dari BMKG, intensitas hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir membuat pihaknya harus terus adaptif dalam menentukan jadwal pengerjaan fisik di lapangan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antisipasi Kekeringan dan Inflasi, Dinas Pertanian Targetkan Pembangunan 70 Embung Tahun Ini

Trending Now