Mangkrak Operasional, Pustu Sembalun Bumbung Tak Kunjung Dibuka Sejak Januari

Rosyidin S
Kamis, April 30, 2026 | 08.18 WIB Last Updated 2026-04-30T00:18:47Z
Posyandu: Kondisi bangunan Fasilitas Kesehatan Terpadu Desa Sembalun Bumbung difungsikan, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Fasilitas kesehatan Pusat Kesehatan Terpadu (Pustu) di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, hingga kini belum kunjung beroperasi meski pembangunan fisiknya telah dinyatakan tuntas 100 persen sejak akhir Desember 2025 lalu. Kondisi ini memicu desakan agar fasilitas tersebut segera difungsikan guna melayani kebutuhan mendesak masyarakat setempat.


Meski infrastruktur telah siap, operasional fasilitas kesehatan ini masih menunggu kelengkapan sarana prasarana serta ketersediaan tenaga kesehatan (nakes).


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur, Darajata, mengungkapkan bahwa secara fisik bangunan, proyek tersebut sudah tuntas dan bahkan telah melewati proses pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Alhamdulillah di akhir Desember itu sudah tuntas 100% dari segi fisiknya. Infrastruktur semuanya sudah siap, bahkan pemeriksaan BPK juga sudah selesai," ujar Darajata saat memberikan keterangan terkait perkembangan fasilitas tersebut di Selong, Rabu (29/4).


Darajata menjelaskan bahwa gedung baru ini telah dirancang dengan standar yang memadai, termasuk penyediaan akses ramah disabilitas. Listrik sudah terpasang di seluruh bangunan, sementara untuk urusan air bersih hanya tinggal melakukan penyambungan kembali ke jaringan yang sudah ada.


Meski infrastruktur sudah berdiri kokoh, operasional Pustu ini sepenuhnya bergantung pada kesiapan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas setempat dan bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK).


"Tinggal fasilitas sarana prasarananya yang perlu dilengkapi oleh bidang masing-masing. Termasuk nakesnya yang mungkin perlu disiapkan kembali. Kami sudah koordinasi dengan Ibu Kapus (Kepala Puskesmas) Sembalun, tinggal peralatan-peralatan sederhana seperti meja pemeriksaan dan tempat tidur yang dimasukkan," tambahnya.


Keterlambatan operasional Pustu ini cukup disayangkan mengingat lokasinya yang strategis di tengah pemukiman warga. Keberadaan Pustu dinilai sangat mendesak (urgent) bagi masyarakat Sembalun Bumbung, terutama bagi ibu hamil dan menyusui yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh menuju Puskesmas induk.


Darajata mendorong agar Pustu segera difungsikan, setidaknya untuk pelayanan dasar yang tidak membutuhkan peralatan medis kompleks.


"Seharusnya Januari itu sudah bisa difungsikan. Paling tidak untuk pelayanan vaksinasi atau pemeriksaan ibu hamil dan menyusui. Dari pihak kami mendorong dan menyayangkan jika tidak segera difungsikan, karena tujuan dibangunnya gedung ini supaya bisa dimanfaatkan segera agar tidak sia-sia," tegas Darajata.


Selain pemanfaatan gedung baru, pemerintah dikabarkan tengah mengupayakan pengadaan tujuh unit fasilitas tambahan di beberapa titik, termasuk kemungkinan penambahan unit ambulans dan alat kesehatan (alkes) untuk menunjang pelayanan di wilayah Sembalun pada tahun ini.


Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna memastikan kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi sehingga masyarakat Sembalun Bumbung khususnya bisa segera menikmati fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan memadai.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Ahmad Fahrozzi, mengakui adanya keterlambatan operasional yang disebabkan oleh kendala anggaran dan skala prioritas wilayah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya harus mengaktifkan tiga Pustu di Kecamatan Sembalun secara bertahap.


"Kita prioritaskan mana yang paling jauh dulu, seperti di Desa Bilok Petung dan Desa Sajang. Setelah dua itu jalan, baru sekarang ke Pustu Sembalun Bumbung. Insyaallah bulan depan (Mei-red) akan dioperasionalkan," kata H. Lalu Ahmad Fahrozzi.


Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia, ia memastikan tidak ada masalah pada ketersediaan Tenaga Kesehatan (Nakes). Pihaknya telah menyiapkan minimal satu perawat dan satu bidan untuk ditempatkan di sana.


"Kalau masalah tenaga nakes kita tidak kesulitan. Untuk peralatan, insyaallah akan menggunakan yang sederhana dulu, yang penting kita melakukan pelayanan ke masyarakat dulu," tambahnya.


Selain masalah gedung, masyarakat juga menagih janji pengadaan unit ambulans untuk Puskesmas Sembalun yang sempat disampaikan oleh Bupati. Menanggapi hal ini, Kadinkes menyatakan bahwa pengadaan transportasi medis tersebut masih berproses.


"Untuk mobil ambulans itu sedang proses. Kalau sudah pasti, akan segera kita sampaikan ke Puskesmas Sembalun," pungkasnya.


Dengan kepastian operasional pada bulan depan, diharapkan masyarakat Sembalun Bumbung, khususnya ibu hamil dan menyusui, tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mangkrak Operasional, Pustu Sembalun Bumbung Tak Kunjung Dibuka Sejak Januari

Trending Now