BAZNAS Panen Raya Jagung di Lombok Timur, Sukses Berdayakan Mustahik, Namun Peran Bulog Dipertanyakan

Rosyidin S
Senin, April 27, 2026 | 09.49 WIB Last Updated 2026-04-27T01:49:49Z
Panen: Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bersama BAZNAS Pusat gelar panen raya perdana lumbung pangan Baznas di Pringgabaya, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sukses menggelar panen raya jagung sebagai bagian dari program Lumbung Pangan Nasional.


Namun, di balik keberhasilan produksi para petani binaan, muncul kekhawatiran besar terkait penyerapan hasil panen oleh pihak Bulog yang dinilai belum optimal.


Keberhasilan lahan jagung seluas 50 hektar dan padi seluas 20 hektar di Lombok Timur menjadi bukti nyata transformasi dana zakat menjadi program pemberdayaan ekonomi yang produktif. Program ini merupakan bagian dari proyek strategis BAZNAS yang tersebar di 80 titik di seluruh Indonesia.


Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa capaian ini adalah bentuk transparansi kepada masyarakat.


"Panen ini adalah laporan pertanggungjawaban kami kepada para muzakki. Kami telah membuktikan bahwa zakat yang dikelola dapat menghasilkan dampak nyata. Melalui dukungan Bupati Lombok Timur, hasil panen ini kini dirasakan langsung oleh para mustahik yang selama ini kami bina," jelasnya.


Ironisnya, di tengah melimpahnya hasil bumi, para petani kini dihantui ketidakpastian pasar. Peran Perum Bulog sebagai instrumen pemerintah untuk menyerap gabah dan jagung petani setempat kini dipertanyakan. Minimnya penyerapan oleh Bulog dikhawatirkan akan memicu anjloknya harga di tingkat petani.


Menyikapi hal tersebut, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyatakan akan segera melakukan langkah diplomasi dan koordinasi intensif.


"Kami akan berkoordinasi dengan Bulog agar tetap ada intervensi terhadap harga. Jika alasan gudang penuh, kita cari solusi sewa tempat. Yang penting sekarang adalah memastikan hasil panen terserap dan harga tetap terkendali sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," tegas Bupati.


Sebagai kabupaten penyangga pangan nasional, Pemkab Lombok Timur terus mendorong produktivitas melalui pemberian pupuk NPK gratis bagi kelompok tani.


Bupati Haerul Warisin juga berharap kolaborasi dengan BAZNAS tidak hanya berhenti di sektor pangan, tetapi merambah ke sektor kesehatan melalui transformasi Rumah Sakit Lombok Timur di Labuhan Haji menjadi Rumah Sehat BAZNAS.


Di sisi lain, BAZNAS optimistis keberhasilan pembinaan UMKM dan petani mereka akan melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 50-60%. Sodik Mudjahid menambahkan bahwa hasil produksi petani binaan akan diarahkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).


"Penduduk lokal yang kami bina kini didorong menjadi pengusaha. Produk mereka nantinya akan diserap dalam kebutuhan program nasional seperti MBG. Ini adalah sinergi yang luar biasa untuk kesejahteraan umat," pungkas Sodik.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BAZNAS Panen Raya Jagung di Lombok Timur, Sukses Berdayakan Mustahik, Namun Peran Bulog Dipertanyakan

Trending Now