Mentan Amran Dorong DPRD Seluruh Indonesia Optimalkan Anggaran Pertanian, Kunci Utama Suwasembada Panganan

Rosyidin S
Jumat, April 17, 2026 | 15.56 WIB Last Updated 2026-04-17T07:57:00Z
Pangan: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman hadir di acara Retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Magelang, (Foto: Istimewa/MP).

MAGELANG, MANDALIKAPOST.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan faktor determinan dalam mewujudkan visi kemandirian pangan nasional.


Hal tersebut disampaikannya dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD seluruh Indonesia di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4) kemarin.


Dalam forum tersebut, Amran menyoroti peran strategis DPRD, khususnya dalam aspek regulasi, pengawasan, dan dukungan anggaran di tingkat daerah untuk memperkuat sektor pertanian.


“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai optimal,” ujar Mentan Amran dalam rilis resminya.


Ia menambahkan bahwa di tengah ancaman krisis global terkait pangan, energi, dan air, Indonesia wajib memperkokoh fondasi ekonomi dari tingkat daerah. Salah satu strategi utamanya adalah desentralisasi produksi pangan guna memangkas tingginya biaya logistik antarwilayah.


“Kalau kita masih bergantung kirim beras dari satu pulau ke pulau lain, biaya logistik mahal. Karena itu, setiap daerah harus kuat dan mandiri,” tegasnya di hadapan para pimpinan legislatif daerah.


Selain fokus pada ketahanan pangan, Amran juga memaparkan peta jalan pemerintah dalam mencapai kedaulatan energi. Pemerintah menargetkan untuk menghentikan impor solar sebanyak 5 juta ton mulai 1 Juli 2026. Langkah ini akan ditempuh melalui penguatan bioenergi dan pengembangan bioetanol sebagai substitusi bahan bakar bensin.


“Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga energi. Daerah harus ikut berperan dalam pengembangan bioenergi berbasis potensi lokal,” jelas Amran.


Saat ini, sektor pertanian nasional didukung oleh sekitar 160 juta petani dengan stok pangan yang terjaga di angka 4,8 juta ton. Prestasi ini juga merambah ke pasar internasional, di mana komoditas beras Indonesia tercatat telah diekspor ke 33 negara.


Mentan Amran menutup arahannya dengan optimisme bahwa kekuatan kolektif antara kebijakan pusat dan eksekusi di daerah akan menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di kancah global.


“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Kalau pusat dan daerah bergerak bersama, kita bukan hanya mandiri, tapi bisa menjadi kekuatan pangan dunia,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mentan Amran Dorong DPRD Seluruh Indonesia Optimalkan Anggaran Pertanian, Kunci Utama Suwasembada Panganan

Trending Now