Rinjani Kembali Berdenyut, Asa Ekonomi Lokal di Tengah Deru Mesin Transportasi dan Ojek Pendakian

Rosyidin S
Rabu, April 01, 2026 | 16.59 WIB Last Updated 2026-04-01T09:04:08Z
Wisata: Nampak calon pendaki Gunung Rinjani tuk cek inn di Pos TNGR Resistor Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pintu pendakian Gunung Rinjani resmi dibuka kembali serentak di enam jalur per 1 April 2026. Bagi para pelaku wisata di lingkar Rinjani, pembukaan ini bukan sekadar urusan prosedur administratif, melainkan kembalinya napas ekonomi yang sempat sesak selama tiga bulan musim penutupan.


Dari supir angkutan bak terbuka hingga tukang ojek, semua mulai meraup cuan demi mengepulkan kembali asap dapur yang sempat meredup.


Supir Lingkar Rinjani: "Yang Penting Dapur Ngebul"


Bagi para supir transportasi lokal, pembukaan jalur pendakian adalah berkah yang sangat dinantikan. Zohri, Wakil Asosiasi Transport Lingkar Gunung Rinjani, mengungkapkan rasa syukurnya meskipun penghasilan saat ini masih tergolong standar.


"Alhamdulillah, paling tidak asap dapur agak ngebul. Kalau bicara penghasilan sih biasa-biasa saja, tidak lebih dari Rp100 ribuan per hari, tapi setidaknya ada yang kita kerjakan," ujar Zohri dengan nada rendah hati.


Zohri menceritakan bahwa selama tiga bulan penutupan, para supir banting stir menjadi petani, buruh harian, hingga pencari rumput (ngaret) demi menyambung hidup


Kini, dengan tarif Rp250.000 per trip untuk kapasitas hingga 8 orang, para supir mulai sibuk mengantar pendaki dari gerbang menuju titik pangkalan. Ia juga menegaskan bahwa fasilitas jalan yang dinikmati pendaki saat ini adalah hasil swadaya murni para supir.


"Teman-teman itu berjuang, sampai berutang untuk memperbaiki fasilitas jalan selama musim tutup kemarin. Ini asli biaya dari supir, bukan dari pemerintah," tegasnya.


Ojek Rinjani: Tak Sekadar Cuan, Tapi Juga Amal


Hal serupa dirasakan oleh komunitas ojek pendakian. Juliadi, atau yang akrab disapa Bapak Leo, Ketua Ojek Lingkar Rinjani, menjelaskan bahwa jasa ojek menuju Pos 2 kini menjadi pilihan favorit pendaki yang ingin memangkas waktu tempuh dari 3 jam jalan kaki menjadi hanya 30 menit.


Menariknya, pendapatan dari tarif Rp200.000 per ojek tidak hanya masuk ke kantong pribadi. Komunitas yang beranggotakan 42 orang ini memiliki sistem sosial yang kuat.


"Kami keluarkan Rp2,1 juta per minggu dari penghasilan ojek untuk bantuan masjid Kecamatan Sembalun. Termasuk membantu warga yang sakit atau meninggal dunia. Jadi, sambil kerja, kita juga swadaya untuk kebaikan bersama," jelas Juliadi.


Data TNGR: Wisatawan Mancanegara Tetap Antusias


Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita, melaporkan bahwa pada hari pertama pembukaan, suasana di pintu Sembalun sangat ramai dengan total 370 calon pendaki. Meski ada isu ketidakpastian global yang sempat memicu reschedule penerbangan, minat wisatawan mancanegara tetap tinggi.


"Hari ini saja di Sembalun ada sekitar 30 pendaki dari Belanda dan 20 dari Jerman. Total wisatawan mancanegara yang terdata akan masuk dalam minggu-minggu awal ini sekitar 160 orang," ungkap Astekita.


Pihak TNGR juga menekankan aturan ketat terkait sampah melalui sistem check-in barang bawaan. Selain itu, untuk menjamin keamanan, TNGR menawarkan asuransi premium yang mencakup evakuasi medis menggunakan helikopter bagi pendaki yang membutuhkan penanganan darurat.


"Kami mengimbau pendaki untuk mempersiapkan jasmani dan rohani, mematuhi SOP, dan yang paling penting: jangan membuang sampah sembarangan atau merusak alam," pungkasnya.


Dengan dibukanya kembali Rinjani, harapan besar kini menyandera pada pundak para pelaku wisata. Rinjani bukan sekadar gunung berapi yang megah, ia adalah tumpuan hidup, ladang pengabdian sosial, dan simbol ketangguhan ekonomi masyarakat lingkar gunung.


Catatan:

 * Tarif Transportasi: Rp250.000 (Gerbang - Kandang Sapi/Bukit Telu)

 * Tarif Ojek: Rp200.000 (Hingga Pos 2)

 * Total Pendaki Hari Pertama (Sembalun): ±370 Orang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rinjani Kembali Berdenyut, Asa Ekonomi Lokal di Tengah Deru Mesin Transportasi dan Ojek Pendakian

Trending Now