Siswa di Pringgasela Diduga Keracunan Program Makan Bergizi, Dinkes Lotim Tunggu Hasil Uji Lab BBPOM

Rosyidin S
Sabtu, April 25, 2026 | 19.14 WIB Last Updated 2026-04-25T11:14:46Z
Dinkes: Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi (kanan), (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKA POST.com – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, kini memasuki babak baru.


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur telah bergerak cepat dengan mengirimkan sampel makanan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang terjadi pada Jumat (24/4) tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, mengonfirmasi bahwa uji laboratorium merupakan langkah krusial untuk menentukan apakah gejala medis yang dialami para siswa murni berasal dari konsumsi menu program tersebut atau ada faktor lain.


"Kami sudah mengirimkan sampel ke BBPOM. Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Satgas," ujar Aries saat dikonfirmasi melalui via telepon mengenai perkembangan kasus tersebut, Sabtu (25/4).


Masyarakat diminta untuk bersabar dan tidak berspekulasi lebih jauh sebelum hasil ilmiah keluar. Aries menjelaskan bahwa proses pengujian di BBPOM memerlukan waktu ketelitian agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun medis.


"Kami menunggu saja dari BBPOM, kemungkinan satu minggu sampai maksimal dua minggu," tambahnya.


Sementara menunggu kepastian dari laboratorium, pihak Dinas Kesehatan memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan para korban. Seluruh siswa yang mengeluhkan gejala mual dan pusing telah mendapatkan penanganan intensif di Puskesmas Pengadangan.


Dinkes juga telah menginstruksikan jajaran tenaga medis untuk siaga penuh dalam memantau kondisi kesehatan para siswa yang terdampak guna mencegah adanya komplikasi lebih lanjut.


"Kalau kami dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas fokus pada penanganan siswa atau korban. Termasuk memastikan kesiapan sarana prasarana, alat kesehatan, dan SDM agar penanganan bisa dilakukan dengan baik dan terkoordinir," tandas Aries.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di Puskesmas Pengadangan dilaporkan telah terkendali, dan sebagian besar siswa sudah mulai menunjukkan kondisi yang stabil.


 Satgas terkait pun terus melakukan pemantauan di lapangan sembari menunggu hasil uji laboratorium keluar untuk menentukan langkah evaluasi terhadap penyedia jasa makanan dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Siswa di Pringgasela Diduga Keracunan Program Makan Bergizi, Dinkes Lotim Tunggu Hasil Uji Lab BBPOM

Trending Now