Dukung Event Internasional, Dinkes NTB dan Lombok Timur Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kaki Rinjani

Rosyidin S
Minggu, Mei 03, 2026 | 11.51 WIB Last Updated 2026-05-03T03:51:30Z
Cek: Antusias warga saat melakukan cek kesehatan gratis di posko pemeriksaan kesehatan, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur melalui Puskesmas Sembalun menyelenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini dipusatkan di Pusat Informasi Geopark Rinjani, Sembalun, pada Sabtu (2/5).


Aksi jemput bola ini dilakukan bersamaan dengan momentum peresmian Kantor Pusat Informasi Geopark Rinjani serta ajang lari lintas alam internasional, Rinjani 100. Kehadiran posko kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik para peserta lari, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar tetap prima.


Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Effendi Hidayat, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit di masyarakat.


"Jadi memang hari ini ada agenda Rinjani 100 dan peresmian Geopark. Kami Dinas Kesehatan berpartisipasi mendirikan posko untuk cek kesehatan, baik bagi runner, masyarakat, maupun pelaku UMKM. Ini adalah langkah screening awal agar deteksi terhadap penyakit bisa lebih cepat diketahui," ujar Lalu Effendi di lokasi kegiatan.


Effendi juga menekankan bahwa layanan CKG kini semakin dipermudah. Jika sebelumnya sempat identik dengan layanan khusus di hari ulang tahun warga, kini masyarakat bisa mengaksesnya kapan saja tanpa batasan usia.


"Cek kesehatan gratis ini tidak terbatas usia, dari balita hingga lansia. Artinya dari usia 7 tahun hingga lansia, siapa saja yang penting ada keinginan warga untuk CKG," tambahnya.


Berdasarkan data triwulan I tahun 2026, Provinsi NTB mencatatkan raport hijau dalam capaian CKG. Sebanyak 100 persen Puskesmas di seluruh kabupaten/kota telah melaksanakan kegiatan ini.


Secara persentase, NTB berhasil mencapai angka 9,3 persen, melampaui target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 8,4 persen. Kabupaten Lombok Timur sendiri menjadi salah satu daerah dengan cakupan tertinggi, yakni sebesar 15,3 persen.

Periksa: Pose bersama seorang wartawan bersama petugas nakes Puskesmas Sembalun saat melakukan pemeriksaan kesehatan, (Foto: Istimewa/MP).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Sembalun, drg. Baiq Basrahiyah, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan dukungan sarana dari Provinsi, mulai dari alat cek gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan dalam pengerahan sasaran di lapangan.


"Tujuannya adalah mengubah secara bertahap pola hidup masyarakat kita di bidang kesehatan. Jadi jangan nunggu sakit dulu baru ke Puskesmas. Kami ingin masyarakat sadar dan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri," jelas drg. Basrahiyah.


Ia mengakui, meski tenaga kesehatan selalu siap, cakupan di wilayah Sembalun masih perlu ditingkatkan karena faktor geografis dan kesibukan masyarakat yang mayoritas bekerja di ladang. Ia pun berharap sinergi dengan pemerintah desa dan para stakeholder dapat lebih maksimal dalam menggerakkan warga.


"Memang belum maksimal, sudah bergerak tapi belum maksimal karena faktor medan dan pola masyarakat yang harus ke ladang mencari nafkah. Kedepannya, kita ingin stakeholder (pemerintah desa/dusun) bersama-sama membangun kesadaran ini, sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa terjaga secara mandiri," pungkasnya.


Layanan di kaki Gunung Rinjani ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat lokal sembari memberikan rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan destinasi kelas dunia tersebut.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukung Event Internasional, Dinkes NTB dan Lombok Timur Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kaki Rinjani

Trending Now