Mentan Amran di IPB: Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Tentukan Masa Depan

Rosyidin S
Minggu, Juni 14, 2026 | 21.18 WIB Last Updated 2026-06-14T13:18:32Z
Motivasi: Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat berikan kuliah umum di Institut Pertanian Bogor belum lama ini. (Foto: Istimewa/MP).

BOGOR, MANDALIKAPOST.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi kuat kepada generasi muda untuk berani menghadapi tantangan demi mengamankan masa depan.


Dalam kuliah umum yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (11/6/2026), Mentan menegaskan bahwa nasib masa depan seseorang sangat bergantung pada komitmen dan pilihan yang diambil pada hari ini.


Di hadapan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika IPB, Mentan memaparkan dua pilihan krusial yang dihadapi generasi muda dalam hidup berjuang atau bersenang-senang di masa muda.


"Hari ini ada dua pilihan, struggle now atau enjoy now. Kalau memilih struggle now, insya Allah nanti akan enjoy your life. Tetapi kalau hari ini hanya enjoy your life, bisa jadi nanti akan struggle for life. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing," ujar Mentan Amran, dalam rilis diterima mandalikapost.com


Dalam kuliah umum bertema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional” tersebut, Amran mengingatkan bahwa kesuksesan tidak pernah hadir secara instan. Di balik keberhasilan yang terlihat, selalu ada jejak perjuangan yang penuh pengorbanan dan air mata.


"Sukses itu di akhir. Orang melihat kesuksesan, tetapi tidak melihat prosesnya. Padahal kesuksesan diawali dengan perjuangan, kegagalan, dan kerja keras yang terus menerus," tuturnya.


Ia pun tak segan membagikan kisah masa lalunya yang penuh liku. Lahir dari keluarga sederhana, Amran mengaku mentalitasnya justru terbentuk dari rentetan kegagalan usaha yang pernah ia rintis.


Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ia harus memutar otak mencari modal usaha di masa muda hingga terpaksa menjual perhiasan sang istri.


"Saya pernah menjual gelang dan kalung istri untuk modal usaha. Kami membeli satu truk ikan dari Pangkep untuk dijual ke Makassar. Ketika sampai, ikan itu tidak ditampung. Rugi besar. Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan," kenang Amran.


Namun, alih-alih menyerah pada keterpurukan, Amran memilih bangkit dan menjadikan kerugian tersebut sebagai batu pijakan untuk membangun bisnis yang lebih kokoh. Bagi Amran, dunia wirausaha memang menuntut keberanian mutlak dalam menghadapi risiko.


"Sukses itu dipraktikkan melalui kegagalan. Gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa penderitaan dan kerja keras. Kalau mau sukses, jangan hanya mencari kenyamanan. Kesuksesan itu tidak lahir di atas meja. Kesuksesan lahir ketika kita berani bertarung di lapangan, menghadapi tantangan yang nyata," tegasnya.


Lebih lanjut, Mentan Amran menantang para mahasiswa untuk mulai melatih kemandirian sejak dini dan melepaskan ketergantungan finansial dari orang tua melalui aktivitas-aktivitas produktif. Ia menilai karakter yang kuat, minim mengeluh, dan bebas dari keraguan adalah modal utama seorang pemenang.


"Awal kesuksesan mahasiswa adalah ketika mulai berpikir untuk tidak lagi membebani orang tua. Hentikan pola pikir hanya meminta. Mulailah berusaha, berkarya, dan menciptakan nilai tambah. Orang ragu gagal. Orang mengeluh gagal. Apalagi yang hanya meminta-minta. Manusia tangguh adalah manusia yang berproses, yang terus bergerak meskipun menghadapi banyak kesulitan," kata Mentan.


Ia menambahkan bahwa memulai bisnis tidak harus langsung dalam skala besar. Berkaca dari para miliarder dunia, banyak usaha raksasa yang justru berawal dari pekerjaan sampingan yang konsisten ditekuni.


Di akhir pemaparannya, Amran mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), khususnya di sektor agribisnis modern. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional ke depan.


"Jangan mengeluh, kecuali kepada Tuhan. Semua orang berhak sukses. Tidak ada yang ditakdirkan untuk gagal selama dia mau berjuang dan terus belajar. Generasi muda harus mengubah mindset, mengubah cara pandang. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dan negara," pungkas Amran.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mentan Amran di IPB: Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Tentukan Masa Depan

Trending Now