‎Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi Dorong Nelayan NTB Melek Informasi Cuaca

Panca Nugraha
Minggu, Juli 05, 2026 | 14.50 WIB Last Updated 2026-07-05T06:53:21Z

 

Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, SE., MM.

MANDALIKAPOST.com – Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, SE., MM., menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SCLN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di kawasan Ujung Landasan, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (5/7/2026).



‎Kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari nelayan, petani, serta penyuluh perikanan dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


‎Abdul Hadi mengatakan, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan program berkelanjutan BMKG yang telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga di NTB sejak dimulai pada 2024. Program tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara BMKG sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya nelayan.



‎"Ini merupakan kegiatan berkesinambungan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2024. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Sekolah Lapang Cuaca Nelayan adalah program BMKG yang juga menjadi mitra kami di Komisi V DPR RI," ujar Abdul Hadi.



‎Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca maritim sehingga mereka mampu menentukan waktu yang aman untuk melaut serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan.



‎Selain meningkatkan kapasitas nelayan dalam memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat mitigasi bencana di sektor kelautan dan perikanan.



‎"Yang paling penting adalah bagaimana nelayan bisa memanfaatkan informasi cuaca sebelum berangkat melaut. Dengan begitu mereka bisa mengatur jadwal aktivitasnya dan terhindar dari musibah maupun bencana di laut," katanya.



‎Abdul Hadi mencontohkan masih adanya kejadian nelayan yang menjadi korban cuaca ekstrem akibat minimnya informasi cuaca sebelum melaut.



Salah satunya terjadi pada tahun lalu ketika seorang nelayan asal Mapak, Kota Mataram, hanyut hingga mendekati perairan perbatasan Australia setelah kapal yang ditumpanginya terseret arus akibat cuaca buruk.



‎Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa informasi cuaca bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di laut.



‎"Kasus seperti itu jangan sampai terulang. Melalui sekolah lapang ini kita berharap nelayan semakin memahami pentingnya membaca informasi cuaca sebelum melaut," ujarnya.



‎Ia menambahkan, Provinsi NTB merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, gelombang tinggi, hujan ekstrem, hingga perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.



‎Karena itu, edukasi dan sosialisasi yang dilakukan BMKG dinilai sangat penting sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.



‎"Kegiatan BMKG di NTB ini merupakan tindak lanjut peningkatan layanan informasi cuaca maritim. Tujuannya meningkatkan kemampuan nelayan dan penyuluh perikanan dalam mengantisipasi dampak gejala iklim ekstrem melalui pemanfaatan informasi meteorologi maritim yang akurat," jelasnya.

‎Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, peserta dibekali pengetahuan mengenai cara membaca prakiraan cuaca, memahami informasi tinggi gelombang, arah serta kecepatan angin, hingga penggunaan berbagai kanal informasi cuaca yang disediakan BMKG.

Diharapkan, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sehingga mampu mengurangi risiko kecelakaan di laut sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan di NTB. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi Dorong Nelayan NTB Melek Informasi Cuaca

Trending Now