Berburu Tiket Politeknik Agraria STPN: Ribuan Calon Taruna Taruni Taruhkan Mimpi Demi Mengabdi pada Negeri

Rosyidin S
Senin, Juli 06, 2026 | 09.43 WIB Last Updated 2026-07-06T01:43:35Z
Ujian: Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Semangat mengabdi dan optimisme tinggi mewarnai jalannya Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 2.114 peserta dari berbagai penjuru tanah air bersaing ketat demi mengamankan kursi di perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut.


Ujian seleksi ini digelar secara paralel di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama bertempat di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1–4 Juli 2026, sedangkan lokasi kedua dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor pada 2 Juli 2026.


Langkah ini menjadi bagian dari strategi strategis Kementerian ATR/BPN untuk menjaring calon sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkompeten di bidang pertanahan serta tata ruang nasional.


Di antara ribuan wajah penuh harap, tampak Aditya Rahman (17), salah satu peserta asal Bandung, Jawa Barat. Remaja yang membidik Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) ini mengaku termotivasi oleh besarnya potensi wilayah Indonesia yang menurutnya masih memerlukan tata kelola yang jauh lebih optimal.


“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Aditya penuh keyakinan usai menghadapi lembar ujian.


Untuk menaklukkan seleksi ini, Aditya mengaku telah melakukan persiapan matang, mulai dari mengasah kemampuan matematika, pengetahuan umum, hingga mendalami materi dasar pertanahan dan berdiskusi dengan para alumni senior. Meski sempat tegang karena menghadapi soal-soal berbasis narasi yang menuntut ketelitian tinggi, ia merasa materi ujian masih selaras dengan apa yang ia pelajari.


Semangat serupa juga terpancar dari Malika Putri Aprilia Permana (18). Calon taruni asal Karawang, Jawa Barat ini, mantap memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Baginya, urusan pertanahan adalah hal krusial yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.


“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” ungkap Malika diplomatis.


Gadis yang sudah mencicil persiapan belajarnya sejak duduk di bangku kelas XII ini menambahkan, kendala terbesar dalam kompetisi ketat seperti ini justru bukan berasal dari tingkat kesulitan soal, melainkan dari regulasi emosi diri sendiri.


“Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri,” pungkasnya.


Perjuangan para peserta tidak berhenti di tahapan tertulis ini saja. Bagi mereka yang dinyatakan lolos pada seleksi awal, tantangan berikutnya sudah menanti. Peserta wajib melewati rangkaian seleksi lanjutan yang meliputi tes kesehatan, kesamaptaan (fisik), hingga wawancara mendalam sebelum akhirnya resmi dikukuhkan sebagai Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berburu Tiket Politeknik Agraria STPN: Ribuan Calon Taruna Taruni Taruhkan Mimpi Demi Mengabdi pada Negeri

Trending Now