![]() |
| Berikut: Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram Kelompok 2 Desa Bebidas foto bersama dengan masyarakat setempat, (Foto: Istimewa/MP). |
Lewat pelatihan yang digelar di Dusun Lendang Nangka, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, pada Minggu (2/8/2026), para mahasiswa mengenalkan teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi briket serta pembuatan bubuk cokelat mandiri.
Inovasi ini disambut antusias oleh para petani setempat yang selama ini bergantung pada penjualan biji kakao mentah kepada pengepul. Melalui program pendampingan ini, masyarakat diajak memangkas potensi pencemaran lingkungan perkebunan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis olahan kakao.
Ketua Kelompok KKN Unram Desa Bebidas 2, Mirza Gautamandala, mengungkapkan bahwa ide pengolahan limbah ini muncul setelah timnya melakukan observasi dan berdiskusi langsung dengan para petani di lapangan.
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok kami menjadi yang pertama memperkenalkan pengolahan kulit kakao menjadi briket di Desa Bebidas. Dari beberapa petani yang saya tanyakan, kulit kakao selama ini hanya dibuang begitu saja sehingga menjadi limbah di kebun," ujar Mirza.
Pelatihan yang dipandu oleh Mirza bersama praktisi Agrowisata Kakao, Sanusi, tidak hanya berfokus pada teknik pembuatan briket dari limbah kulit kakao, tetapi juga mengajarkan proses pascapanen pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat berkualitas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik. Para petani secara mandiri mempelajari tiap tahapan pengolahan agar produk pertanian mereka memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui pendampingan berkelanjutan, tim KKN Unram optimistis pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi dapat mendorong kemandirian finansial warga sekaligus menciptakan ekosistem perkebunan yang bersih dan berkelanjutan.
"Kami berharap pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi briket dapat mengurangi penumpukan limbah di area perkebunan sekaligus membuka peluang usaha baru. Sementara itu, pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani," tambah Mirza.
Para petani yang hadir mengapresiasi penuh langkah konkret mahasiswa KKN Unram. Selain memperoleh wawasan dan keterampilan teknis baru, warga mengaku tertarik untuk memproduksi briket dan bubuk cokelat secara mandiri demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di Desa Bebidas.

