Ratusan Warga Desa Rempung Serbu Layanan IKD dan Perlinsos, Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Pacu Digitalisasi Desa

Rosyidin S
Selasa, Agustus 04, 2026 | 20.57 WIB Last Updated 2026-08-04T12:57:26Z
Humaria: mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan Muhammadiyah Selong, foto bersama Pemerintah Desa Rempung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Sosial Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Akselerasi layanan publik berbasis digital di tingkat desa terus digenjot. Sebanyak 421 warga Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, berhasil mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam waktu sehari pada Selasa (4/8/2026).


Capaian signifikan ini lahir dari kolaborasi sinergis antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong, Pemerintah Desa Rempung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Timur, serta Dinas Sosial Lombok Timur.


Selain melayani aktivasi IKD, kegiatan ini juga memfasilitasi pengecekan langsung status bantuan Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi masyarakat yang hadir. Integrasi kedua layanan ini dirancang untuk memangkas birokrasi administrasi kependudukan sekaligus memastikan distribusi bantuan sosial makin transparan dan tepat sasaran.


Penjabat Kepala Desa Rempung, Muhammad Akmaluddin, S.Sos., menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya kesadaran dan partisipasi warga setempat.


"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir. Partisipasi ini sangat penting agar digitalisasi layanan kependudukan berjalan maksimal dan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran," ujar Muhammad Akmaluddin.


Di sisi lain, perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan wujud nyata pengabdian dalam mengawal program prioritas daerah berbasis teknologi informasi.


Ketua Kelompok KKN Desa Rempung, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa kemudahan akses dokumen menjadi kunci utama mendorong warga beralih ke platform digital.


"Melalui aktivasi IKD, masyarakat akan lebih mudah mengakses berbagai layanan publik tanpa harus membawa dokumen fisik. Ini juga menjadi bentuk dukungan kami terhadap program Bupati Lombok Timur dalam mempercepat pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital di tengah masyarakat," ungkap Abdul Aziz.


Keberhasilan integrasi layanan dalam satu hari ini menegaskan peran strategis mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong sebagai agen transformatif dalam mempercepat digitalisasi pelayanan publik hingga ke pelosok desa.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ratusan Warga Desa Rempung Serbu Layanan IKD dan Perlinsos, Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Pacu Digitalisasi Desa

Trending Now