Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Hadirkan LARASITA+ dan Transformasi Layanan Kewilayahan

Rosyidin S
Senin, September 28, 2026 | 13.48 WIB Last Updated 2026-09-28T05:48:58Z


Ilustrasi: Desain ini hanya ilustrasi untuk mempermudah pelayanan masyarakat, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memanfaatkan momentum Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) 2026 untuk mendekatkan serta meningkatkan kualitas layanan pertanahan bagi masyarakat. 


Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pengaktifan kembali program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (LARASITA+) serta akselerasi transformasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Kantor Pertanahan (Kantah).


Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa kehadiran kembali program LARASITA+ menjadi bukti komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi pertanahan.


"Semangat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat diwujudkan melalui Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah atau LARASITA+, yang mulai hari ini kembali hadir di 44 lokasi di Pulau Jawa dan Bali," ujar Menteri Nusron saat memimpin Upacara Peringatan HANTARU 2026 di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).


Melalui fasilitas LARASITA+, masyarakat kini dapat mengurus sertifikasi tanpa harus mendatangi Kantor Pertanahan setempat. Ragam layanan yang disediakan mencakup konsultasi pertanahan, pengecekan status tanah, pendaftaran tanah pertama kali, perubahan data sertipikat, hingga pengurusan Hak Tanggungan dan Roya.


Selain mendekatkan jangkauan fisik, Kementerian ATR/BPN juga merombak struktur tata kerja Kantah dari yang sebelumnya berbasis tematik menjadi berbasis pendekatan kewilayahan. Setelah sukses diterapkan pada 10 Kantah di tahap pertama, perombakan tahap kedua resmi diluncurkan pada peringatan HANTARU 2026 ini untuk 50 Kantah tambahan.


"Selanjutnya kita menargetkan seluruh Kantah dapat menerapkan pendekatan kewilayahan pada tahun 2027," terang Nusron.


Kendati demikian, Menteri ATR/Kepala BPN menekankan bahwa pembaruan sistem administrasi dan adopsi teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa dibentengi oleh moralitas para pegawainya. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk senantiasa memperkuat integritas dalam menjalankan roda pelayanan publik.


"Perlu saya tegaskan, transformasi layanan tidak cukup hanya dengan perubahan sistem dan teknologi," pungkasnya secara tegas.


Dengan mengusung tema besar “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”, peringatan HANTARU 2026 diharapkan dapat mempercepat reformasi di tubuh ATR/BPN, guna memberikan kepastian hukum dan kenyamanan layanan pertanahan yang lebih transparan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Hadirkan LARASITA+ dan Transformasi Layanan Kewilayahan

Trending Now